90 Persen Bangunan di Gaza Rusak, Total Kerugian Tembus USD33 Miliar

2 January 2026 15:38

Laporan terbaru dari Pemerintah Gaza menunjukkan potret kelam kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut yang terus memburuk sepanjang 2025. Konflik berkepanjangan dan kerusakan infrastruktur yang meluas telah melumpuhkan hampir seluruh sendi kehidupan di Jalur Gaza.

Data menunjukkan bahwa sekitar 2,4 juta penduduk Gaza terdampak langsung oleh operasi militer yang berlangsung selama setahun terakhir. Tingkat kerusakan infrastruktur mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan, di mana hampir 90 persen bangunan di seluruh wilayah Gaza dilaporkan mengalami kerusakan.

Krisis paling krusial terjadi pada sektor kesehatan yang kini kondisinya memprihatinkan. Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 22 rumah sakit telah berhenti beroperasi sepenuhnya. Kondisi ini diperparah dengan adanya lebih dari 62.000 korban luka yang harus menerima perawatan di fasilitas medis yang tersisa dengan peralatan dan obat-obatan yang sangat terbatas.
 

Baca juga: Belgia Desak Israel Cabut Seluruh Pembatasan Bantuan ke Gaza

Dampak penghancuran terhadap sektor pemukiman juga sangat masif. Tercatat sekitar 160.000 unit hunian telah rata dengan tanah, yang memaksa hampir 2 juta warga untuk mengungsi ke lokasi-lokasi darurat yang kurang layak.

Meskipun kebutuhan mendesak terus meningkat, akses bantuan kemanusiaan internasional masih terhambat secara signifikan akibat penutupan berbagai perlintasan perbatasan. Hal ini memicu krisis pangan dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi di kamp-kamp penampungan.

Dari sisi ekonomi, total kerugian akibat konflik selama tahun 2025 ini diperkirakan melampaui angka US$33 miliar atau setara dengan lebih dari Rp500 triliun. Angka ini mencakup hancurnya aset publik, sektor swasta, hingga infrastruktur vital.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)