Warga di Gaza dilanda kelaparan akibat serangan Israel. Foto: Anadolu
Belgia Desak Israel Cabut Seluruh Pembatasan Bantuan ke Gaza
Muhammad Reyhansyah • 1 January 2026 16:10
Brussels: Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menyerukan agar Israel mencabut seluruh pembatasan terhadap akses bantuan kemanusiaan di wilayah Palestina. Ia menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak boleh dijadikan syarat ataupun dipolitisasi.
Prevot mengkritik rencana Israel yang disebut akan memblokir organisasi non-pemerintah internasional di Gaza. Ia merujuk pada pandangan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menyatakan bahwa Israel memiliki kewajiban tanpa syarat, berdasarkan hukum humaniter internasional, untuk memastikan bantuan bagi warga sipil dapat disalurkan tanpa hambatan.
“Pelaku kemanusiaan profesional seperti UNRWA dan organisasi non-pemerintah internasional yang didanai Belgia mematuhi standar tertinggi transparansi, imparsialitas, dan independensi,” ujar Prevot melalui platform X, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 1 Januari 2026.
Ia mendesak Israel untuk bekerja sama dengan seluruh aktor kemanusiaan “dengan itikad baik, berdasarkan kriteria yang jelas dan tidak dipolitisasi, demi memaksimalkan penyaluran bantuan di Palestina.”
“Saya mendesak Pemerintah Israel untuk mencabut semua pembatasan akses kemanusiaan dan menghormati Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza,” tambah Prevot.
Meski perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober, Israel disebut masih menutup sebagian besar pintu perlintasan menuju Gaza. Penutupan ini menghambat masuknya rumah tinggal sementara serta material rekonstruksi, sehingga memperparah krisis kemanusiaan yang berdampak pada lebih dari dua juta penduduk.
Pejabat Palestina menyatakan sedikitnya 414 orang di Gaza telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan, menyoroti rapuhnya situasi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut.