Erupsi Anak Krakatau, Warga Pandeglang Tetap Beraktivitas Normal Pakai Masker

7 September 2026 08:59

Aktivitas masyarakat di pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten, tetap masih berjalan normal pasca-rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi secara intensif sejak 4 September 2026. Meski demikian, warga tetap disiplin mengenakan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik tipis yang terbawa angin.

Jurnalis Metro TV, Randi Al Faras, melaporkan langsung dari kawasan pesisir Pandeglang bahwa sebagian warga terlihat tetap menjalankan aktivitas harian di luar ruangan, seperti membersihkan lingkungan sekitar hingga memancing di pinggir pantai. Kendati aktivitas darat berjalan biasa, para nelayan memilih untuk tidak melaut demi keamanan.

"Masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Banyak masyarakat yang tetap beraktivitas di luar rumah seperti biasa seperti memancing, lalu juga membersihkan area jalan, ini tetap menggunakan masker, mengikuti imbauan dari pemerintah daerah terkait," ujar Randi Al Faras dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 7 September 2026. 
 



Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas erupsi terakhir terjadi pada Minggu malam, 6 September 2026 pukul 20.30 WIB dengan amplitudo 58 milimeter berdurasi 44 detik. Setelah letusan tersebut, situasi kepulauan terpantau relatif normal dan tidak terlihat lagi adanya semburan lava pijar dari tubuh gunung yang berjarak sekitar 40 hingga 45 kilometer dari titik pemantauan daratan Pandeglang.

Meski demikian, status Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada di Level III (Siaga). Pemerintah daerah dan petugas berwenang terus menghimbau masyarakat serta wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi zona larangan beraktivitas, yakni tidak mendekati kawah dalam radius maksimal 3 kilometer.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X