Biaya Haji Turun, Kemenhaj Jamin Kualitas Pelayanan Tidak Dikurangi

9 April 2026 19:20

Jakarta: Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan kualitas pelayanan ibadah haji tidak berkurang meskipun biaya haji diturunkan. Pemerintah menegaskan tidak ada pengurangan layanan demi kenyamanan dan keselamatan pera jemaah.

Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi di Arab Saudi disebut sudah dikunci lewat kontrak dan pengecekan langsung oleh pemerintah. 

Selain itu, Kemenhaj juga menepis rumor pengurangan durasi tinggal jemaah. Seluruh fasilitas dipastikan tetap sesuai standar, tanpa perubahan mendadak menjelang keberangkatan kloter pertama pada 22 April 2026.

"Jadi InsyaAllah begitu ya tidak ada pengurangan fasilitas. Terlebih lagi kita tinggal melihat nanti eksekusinya di lapangan seperti apa," ujar Juru Bicara Kemenhaj  Maria Assegaf, dalam prorgam Metro Siang Metro TV, Kamis, 9 April 2026.

 

Di tengah berbagai dinamika, Pemerintah berpesan kepada para jemaah agar  tidak perlu khawatir di tengah berbagai dinamika,. Fokus utama saat ini adalah menjaga kondisi fisik dan kesiapan ibadah.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap pungutan liar. Jika ada pihak yang mencoba menarik biaya tambahan di luar ketentuan, jemaah diminta segera melapor.

Maria menjelaskan, bahwa kenaikan biaya operasional terutama dari sektor penerbangan memang tak terhindarkan akibat kenaikan harga avtur. Maskapai seperti Garuda Indonesia bahkan mengusulkan penyesuaian biaya hingga Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudia Airlines mengajukan tambahan sekitar USD480.

Namun, pemerintah mengambil langkah berbeda. Seluruh potensi kenaikan akibat avtur, fluktuasi nilai tukar, hingga premi asuransi perang (war risk) akan ditanggung negara melalui APBN.

“Presiden (Presiden Prabowo Subianto secara tegas begitu menginstruksikan dalam rapat sebelumnya begitu ya bahwa jikapun nanti akan ada penambahan biaya, biaya tersebut tidak boleh dan bahkan jangan dibebankan kepada jemaah,” kata Maria.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo mengumumkan penurunan biaya ibadah haji tahun 2026 sekitar Rp2 juta. Kebijakan tersebut disampaikan saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah bersama Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama BUMN.

“Yang boleh saya umumkan sekarang adalah pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain. Kalau kita laksanakan, kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta," kata Prabowo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan, penurunan biaya tersebut tetap dilakukan meskipun harga avtur saat ini mengalami kenaikan. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat, khususnya kalangan bawah.

“Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji untuk tahun ini. Ini adalah komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat paling bawah,” ujar Presiden Prabowo.


 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)