Biaya Tambahan Haji Akibat Kenaikan Harga Avtur Ditanggung APBN

Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir

Biaya Tambahan Haji Akibat Kenaikan Harga Avtur Ditanggung APBN

Hendrik Simorangkir • 9 April 2026 20:42

Tangerang: Perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran membuat harga avtur naik yang berimbas terhadap biaya ibadah haji 2026. Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf mengatakan biaya tambahan akan ditanggung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Bisa APBN atau dari sumber lain, artinya sudah jelas pemerintah akan mencari alternatif lain di luar calon jemaah haji," ujar Irfan, di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis, 9 April 2026.

Irfan menuturkan, pemerintah tidak akan membebani ratusan ribu jemaah calon haji terkait harga avtur yang meroket akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, dari semula Rp13.656 per liter menjadi Rp23.551 per liter. Keputusan menanggung biaya tambahan ini diambil oleh Presiden Prabowo Subianto sekaligus menurunkan biaya haji 2026 sebesar Rp2 juta per jemaah.
 


"Bapak Presiden menyatakan kenaikan biayanya jangan dibebankan kepada jemaah, makanya kami sangat terharu perhatian Presiden Prabowo kepada jemaah haji sangat luar biasa, itu yang buat kami sangat senang," kata Irfan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi naiknya biaya haji akibat kenaikan harga avtur agar tidak dibebankan ke calon jemaah haji.

"Memang ada tambahan biaya ibadah haji karena harga avtur sekarang mengalami kenaikan imbas perang antara Amerika Serikat-Iran dengan Iran, tapi itu tidak dibebankan kepada calon jemaah haji," ujar Irfan.

Adapun skenario dengan atau tanpa perubahan rute penerbangan, biaya haji diprediksi tetap akan naik lantaran rute penerbangan haji awal setiap jemaah meningkat dari Rp33,5 juta menjadi Rp46,9 juta atau naik 39,85 persen. Jika rute penerbangan mengalami perubahan, estimasi biaya haji lebih tinggi lagi dari Rp33,5 juta menjadi Rp50,8 juta per jemaah atau naik 51,48 persen.

"Presiden Prabowo dengan tegas menyatakan walaupun ada kenaikan, jangan dibebankan kepada jamaah haji. Maka kami juga sangat terharu atas perhatian Presiden Prabowo kepada jemaah haji sangat luar biasa dan itu yang buat kami sangat senang," jelas Irfan. 


Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Metrotvnews.com/ Hendrik Simorangkir


Menurut Irfan, kenaikan biaya haji itu didapat usai adanya pengajuan dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia terkait perubahan harga pada Senin, 30 Maret 2026, serta maskapai Saudi Airlines pada 31 Maret 2026. Hal tersebut diajukan lantaran maskapai harus mengambil rute alternatif yang menambah waktu perjalanan jadi empat jam dengan tambahan konsumsi avtur hingga 12.000 ton.

"Tentu akan kami kaji kembali, kemarin surat yang diajukan oleh Garuda maupun Saudi Arabia masih di atas harga 100 Dolar AS, tapi dengan adanya gencatan senjata mungkin harga akan turun sehingga harus kami sesuaikan kembali," ungkap Irfan.

Sebagai informasi, maskapai Garuda melalui surat nomor Garuda/JAKARTA/DZ/20181-26 mengusulkan tambahan Rp7,9 juta per jemaah pada harga aftur 116 US$ sen per liter.  Sedangkan Saudi Airline melalui surat nomor 11732247/11501 April 2026 mengusulkan tambahan sebesar 480 US$ dollar per jemaah pada harga aftur 137,4 US$ cent per liter.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)