Pakistan Optimistis Perundingan Damai Kedua AS-Iran Dilanjutkan

24 April 2026 16:52

Pimpinan politik dan militer tertinggi Pakistan kini tengah melakukan upaya diplomatik intensif untuk mencegah kegagalan total dalam pembicaraan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Langkah ini diambil guna membujuk Washington dan Teheran agar tetap membuka pintu dialog di tengah situasi yang kian buntu.

Sebagai bentuk respons terhadap situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan telah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran secara sepihak tanpa batas waktu. Keputusan ini diambil lantaran putaran baru pembicaraan perdamaian saat ini tengah penundaan.

Sedianya, Pakistan telah merencanakan untuk menjadi tuan rumah bagi putaran kedua pembicaraan tersebut. Namun, Gedung Putih secara resmi menangguhkan rencana kunjungan Wakil Presiden JD Vance ke Islamabad. Penangguhan ini terjadi setelah pihak Iran menolak upaya untuk memulai kembali negosiasi dengan pihak Amerika.
 

Baca juga: Menhan AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut

Hingga saat ini, pihak Iran belum meminta perpanjangan gencatan senjata maupun menyatakan kesediaan untuk menghadiri putaran pembicaraan baru. Teheran beralasan bahwa Amerika Serikat masih terus melakukan agresi militer di wilayah laut, yang menjadi hambatan utama dalam proses diplomasi ini.

Meski negosiasi sedang menggantung, pemerintah Pakistan tetap menunjukkan komitmennya sebagai fasilitator. Dua pejabat Pakistan menyatakan bahwa otoritas setempat akan tetap memberlakukan pengaturan keamanan ketat di Islamabad, jika delegasi dari kedua negara tersebut akhirnya memutuskan untuk datang.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa polisi dan pasukan militer Pakistan tetap bersiaga penuh di sepanjang jalan-jalan utama. Penjagaan ketat di pos-pos pemeriksaan terus dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali sembari menunggu perkembangan diplomasi lebih lanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)