Oscar 2027 Terapkan Aturan Baru soal AI di Film, Ini Detailnya-Melek Teknologi

19 May 2026 13:17

Jakarta: Di tengah semakin masifnya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di industri hiburan, Academy Awards resmi memperketat aturan terkait penggunaan teknologi tersebut dalam perfilman.

Academy of Motion Picture Arts and Sciences menegaskan bahwa kategori akting dan penulisan skenario hanya dapat diberikan kepada karya yang benar-benar dibuat oleh manusia.

Melansir The Guardian, aturan baru itu akan mulai berlaku pada penyelenggaraan Oscar ke-99 tahun 2027. Akademi menyatakan bahwa hanya penampilan yang “jelas dilakukan oleh manusia sungguhan” serta naskah yang benar-benar ditulis manusia yang memenuhi syarat untuk dinominasikan dalam kategori penghargaan.
 



Meski demikian, penggunaan AI masih diperbolehkan dalam beberapa aspek produksi film, seperti efek visual, penyuntingan, hingga proses pascaproduksi. Teknologi tersebut juga tidak akan memengaruhi kelayakan sebuah film selama tidak menggantikan unsur utama akting dan penulisan manusia.

Akademi Tegaskan Peran Manusia dalam Perfilman

Melansir BBC, Akademi menyebut aturan baru ini sebagai perubahan substansial dalam sejarah Oscar. Untuk pertama kalinya, persyaratan penghargaan secara eksplisit menyebut bahwa akting dan penulisan harus dilakukan oleh manusia.

Langkah tersebut muncul di tengah meningkatnya penggunaan AI di industri hiburan dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi kecerdasan buatan kini mulai digunakan untuk menciptakan karakter digital, meniru suara, hingga menghadirkan kembali figur aktor yang telah meninggal dunia.

Salah satu contohnya adalah Val Kilmer yang dilaporkan akan dihadirkan kembali melalui teknologi AI untuk proyek film mendatang. Selain itu, komedian dan aktris asal London, Eline van der Velden, juga sempat mengungkap bahwa dirinya menciptakan aktor AI sepenuhnya untuk dijadikan “superstar global”.

AI dan CGI Dinilai Berbeda

Penggunaan teknologi dalam perfilman sebenarnya bukan hal baru. Sejak era 1990-an, teknologi CGI atau computer-generated imagery telah banyak digunakan untuk mendukung visual film modern.

Namun, perbedaan utama antara CGI dan AI terletak pada proses kreatifnya. CGI umumnya tetap melibatkan keterampilan manual manusia dalam proses desain dan penyempurnaan visual. Sementara AI dirancang untuk mengotomatisasi pekerjaan secara lebih luas hanya melalui instruksi atau perintah tertentu.

Karena itu, Akademi menilai perlu adanya batasan yang jelas agar penghargaan Oscar tetap mengutamakan kreativitas dan kontribusi manusia dalam dunia perfilman.
   

Perubahan Lain untuk Kategori Film Internasional

Selain aturan terkait AI, Akademi juga melakukan perubahan pada kategori Film Fitur Internasional Terbaik. Melansir The Hollywood Reporter, sebelumnya setiap negara hanya dapat mengirimkan satu film untuk dipertimbangkan dalam kategori tersebut.

Kini, sebuah negara berpeluang memperoleh lebih dari satu nominasi apabila film-filmnya berhasil memenangkan penghargaan utama di festival internasional besar seperti Cannes Film Festival, Berlin International Film Festival, Toronto International Film Festival, Sundance Film Festival, Venice Film Festival, maupun Busan International Film Festival.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)