Video Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla Gaza Picu Kecaman Internasional

21 May 2026 15:20

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kontroversi global setelah merilis video yang memperlihatkan dirinya mengejek para aktivis flotilla Gaza yang ditahan di Pelabuhan Ashdod, Israel.

Dalam rekaman yang beredar, para aktivis terlihat dalam kondisi tangan terikat dan dipaksa berlutut serta tiarap. Ben-Gvir tampak mengibarkan bendera Israel di hadapan para tahanan sambil mengklaim pihaknya sebagai penguasa situasi.

Ketegangan sempat terjadi ketika salah satu aktivis meneriakkan Free Palestine sebelum dijatuhkan ke lantai oleh petugas keamanan. Ben-Gvir juga disebut mendesak agar para aktivis dipenjara dalam waktu lama.

Aksi tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai pihak internasional. Pemerintah Italia mengecam perlakuan terhadap para aktivis karena dinilai melanggar martabat manusia. Italia juga meminta permintaan maaf resmi dari Israel dan mendesak agar 430 aktivis dari 40 negara segera dideportasi.

Lembaga hukum internasional turut menuduh Israel melakukan pelanggaran lain dalam penanganan para aktivis flotilla, termasuk dugaan pelecehan dan tindakan kriminal dalam proses penahanan.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut menilai tindakan Ben-Gvir memalukan di tengah meningkatnya sorotan dunia internasional terhadap kebijakan Israel.


Sementara itu, juru bicara Global Sumud Flotilla, Rania Batrice, menilai Ben-Gvir bertindak melewati batas dan merasa bebas melakukan tindakan tersebut karena minimnya akuntabilitas internasional terhadap Israel.

"Mereka telah menikmati begitu banyak impunitas, begitu sedikit pertanggungjawaban dari siapa pun dalam kepemimpinan global dari negara mana pun, sehingga seseorang seperti Menteri Israel Itamar Ben-Gvir merasa sangat nyaman mengunggah video seperti itu, menyiksa, menahan, menyerang secara verbal dan melecehkan, menyerang secara fisik dan melecehkan anggota negara lain," ujar Rania dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Kamis 21 Mei 2026. 

Menurut Rania, tindakan yang dialami para aktivis asing mencerminkan perlakuan yang selama ini dialami rakyat Palestina. Ia juga menuding pemerintahan Netanyahu turut bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan pejabat Israel terhadap para aktivis flotilla Gaza.

“Yang perlu diketahui tentang Benjamin Netanyahu adalah dia jahat, tetapi dia tidak bodoh. Jadi ini, juga tidak mengejutkan darinya. Dia sama terlibatnya dengan Ben-Gvir dan Smotrich dan yang lainnya, serta Regev dan semuanya, tetapi dia bukan idiot. Jadi tentu saja dia akan mengutuknya karena dia tahu itu membuat mereka terlihat buruk. Kita semua melihat, kita semua, komunitas global melihat kebrutalan rezim Israel ini,” ucap Rania.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)