11 September 2026 21:01
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI telah menyalurkan Rp12 triliun kredit program perumahan dari total kuota Rp14 triliun yang diberikan pemerintah. Penyaluran tersebut menjadi bagian dari dukungan BRI terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah. Kredit tersebut ditujukan untuk Kredit Program Perumahan (KPP).
"Kita hari ini sudah mendapatkan kuota sebesar Rp14 triliun ya, dan per hari ini kita sudah menyalurkan Rp12 triliun," kata Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat 11 September 2026.
Aris juga menjelaskan bahwa sebanyak 83 ribu debitur BRI saat ini sudah mendapatkan kemudahan akses kredit perumahan dengan suku bunga sebesar 6 persen sesuai yang ditetapkan pemerintah.
Menurut Aris, BRI optimistis dapat memenuhi target penyaluran Rp14 triliun dengan waktu yang tersisa sekitar tiga bulan.
"Di sisa waktu yang ada, kami dari BRI yakin target yang telah diberikan sebesar 14 triliun ini akan bisa terlaksana dengan baik," ucapnya.
Aris menilai capaian tersebut menunjukkan kemampuan BRI dalam menjalankan program pemerintah di sektor perumahan. Ia berharap pembiayaan tersebut dapat semakin banyak dinikmati masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
"Tadi Pak Menteri disampaikan kita bisa memberikan dengan cepat, mudah ya, dan tadi tanpa pungli dan lain-lain ya, mudah-mudahan program ini bisa dinikmati oleh banyak nasabah di Indonesia, utamanya untuk UMKM ya," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terus mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang aman, layak, dan terjangkau.
Maruarar mengapresiasi penyaluran kredit perumahan yang dilakukan BRI. Menurutnya, kemudahan proses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung program pemerintah.
"Memberikan solusi mudah, murah, cepat, tidak ada pungli, dan bersih seperti yang dilakukan BRI, dan ini sangat bermanfaat sekali," kata Maruarar.
Ia mengatakan kuota kredit perumahan melalui KUR perumahan juga telah dinaikkan pemerintah dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun pada tahun ini.
"Makanya kuota kredit perumahan, KUR perumahan dinaikkan oleh Presiden Prabowo dan Pak Airlangga sebagai Menko dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun di tahun ini," ujarnya.
Maruarar mengatakan peningkatan kuota tersebut dilakukan karena penyerapan kredit perumahan cukup tinggi.
"Kenapa? Karena penyerapannya tinggi sekali, artinya program ini walaupun baru 1 tahun sangat berhasil," tuturnya.