7 January 2026 10:43
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyiapkan Garuda Spark sebagai strategi utama untuk memulihkan kepercayaan dan daya tahan ekosistem startup nasional. Langkah ini ditempuh di tengah tekanan berat yang tengah dihadapi oleh industri digital.
Sejak tiga bulan pertama beroperasi di Bandung, Garuda Spark terus dikembangkan sebagai hub kolaborasi yang konkret. Tempat ini bukan sekadar ruang inkubasi simbolik bagi para pegiat digital.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, menyebut sejak peluncurannya pada 27 September 2025 yang lalu, Garuda Spark Bandung telah mengkurasi dan mendampingi sepuluh startup baru. Sebagian di antaranya telah berhasil diluncurkan ke publik.
Garuda Spark dirancang sebagai ekosistem terbuka yang mempertemukan startup, investor, akademisi, komunitas, dan juga pemerintah dalam satu wadah. Tujuannya adalah memperkuat fondasi kepercayaan serta menjaga kesinambungan ekosistem startup nasional.
Bandung dipilih sebagai contoh karena dinilai memiliki modal kreativitas, talenta, dan ekosistem digital yang relatif matang. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan Garuda Spark di berbagai daerah lain di Indonesia.