Aksi Solidaritas untuk Iran Pecah di Berbagai Negara Usai Serangan Israel dan AS

3 March 2026 18:13

Gelombang protes internasional meletus di berbagai dunia sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Iran pasca-serangan gabungan yang dilancarkan oleh zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu lalu, 28 Februari 2026. Massa dari berbagai lapisan masyarakat mengecam tindakan agresi tersebut yang dinilai melanggar hukum internasional.

Di Amsterdam, Belanda, ratusan warga berkumpul di depan Konsulat Amerika Serikat untuk mengutuk serangan tersebut. Massa aksi terlihat mengibarkan bendera Iran dan Palestina sembari membawa papan bicara bertuliskan 'Jangan Ganggu Iran'.

Salah satu demonstran menegaskan bahwa aksi ini bertujuan menentang agresi AS-Israel dan mendukung perlawanan rakyat Iran. Pesan kuat yang disampaikan oleh massa adalah keyakinan bahwa Republik Islam Iran tidak akan pernah menyerah pada tekanan yang diinginkan oleh pemerintahan Trump.
 

Baca juga: Ketegangan Regional Meningkat, Kedutaan Besar AS di Lebanon Tutup Sementara

Aksi serupa juga terjadi di Paris, Prancis, tepatnya di Place de la République. Organisasi La France Insoumise menyerukan unjuk rasa ini untuk menunjukkan solidaritas nyata bagi rakyat Iran.

Dalam orasi mereka, para demonstran membentangkan spanduk bertuliskan penolakan terhadap perang imperialis Barat dan menyatakan bahwa revolusi harus bersifat anti-imperialis serta wajib membela kedaulatan Iran. Massa menilai kebijakan luar negeri Donald Trump yang mengabaikan hukum internasional sangat berbahaya bagi keamanan global, termasuk bagi negara-negara di Eropa.

Ketegangan juga terasa di Athena, Yunani, di mana aktivis serikat pekerja dan berbagai asosiasi mengadakan aksi di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat. Dengan membawa atribut bendera dan spanduk dukungan bagi Iran, para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-perang.

Sementara itu petugas polisi terlihat bersiaga ketat di sekitar area demonstrasi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)