Ciri-Ciri Haji Mabrur dan Cara Menjaganya

3 June 2026 21:58

Jemaah haji khusus dari Multazam Utama berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, mulai dari wukuf di Arafah hingga tawaf ifadah. Kini, menjelang kepulangan ke Tanah Air, fokus utama para jemaah adalah tantangan terbesar pasca-haji yakni menjaga kemabruran ibadah agar tetap melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilik Multazam Utama, Imam Bashori, mengungkapkan bahwa mencapai predikat mabrur memang menantang, namun merawatnya setelah kembali ke masyarakat adalah ujian yang sesungguhnya. Menurutnya, ibadah haji yang dilaksanakan selama kurang lebih tiga pekan tersebut harus membekas pada kepribadian jemaah.

"Bagaimana kita bisa menjaga kemabruran yang sudah kita laksanakan itu bisa melekat dan bisa membawa kita sampai husnul khatimah. Di situlah tantangan bagaimana kita untuk merawat dan menjaga kemabruran ibadah haji," ujar Imam yang dikutip Metro Siang pada Rabu, 3 Juni 2026.

Merujuk pada pesan Rasulullah SAW, Imam Bashori menekankan dua ciri utama kemabruran yang harus diimplementasikan jemaah, yaitu thayyibul kalam (berbicara yang baik) dan  it'amut tha'am (gemar berbagi atau dermawan).
 

Baca juga: Suasana Haru Selimuti Jemaah Multazam Utama saat Tawaf Ifadah di Masjidil Haram

Jemaah diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat untuk menjadi orang yang baik. Hal ini sejalan dengan prinsip bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. 

"Kalau ada orang yang ingin melaksanakan ibadah haji, bisa memberikan gambaran-gambaran kepada mereka bagaimana pelaksanaan ibadah haji berlangsung," tambahnya.

Meski pelaksanaan ibadah tahun ini berjalan lancar, Imam Bashori mengakui adanya tantangan operasional akibat penyesuaian aturan dari otoritas setempat. Salah satu kendala yang dihadapi adalah pembatasan izin petugas, di mana dari lima petugas yang disiapkan, hanya dua yang mendapatkan izin resmi.

Namun, pihak penyelenggara menekankan bahwa kelancaran ibadah tetap bisa dicapai berkat pertolongan Allah dan kesiapan tim untuk beradaptasi demi memberikan pelayanan maksimal kepada tamu Allah. "Kami sebagai penyelenggara ini adalah semata-mata hanya melaksanakan saja, hanya berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik bagi jemaah," tambahnya.

Jemaah haji khusus Multazam Utama dijadwalkan akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat setelah menyelesaikan seluruh agenda ibadah di Madinah. Harapannya, kepulangan mereka membawa perubahan positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

(Anggie Meidyana)