Debat Pamungkas Caketum HIPMI, Soroti Pertumbuhan Pengusaha Muda hingga Lapangan Kerja

5 June 2026 10:38

Jakarta: Debat pamungkas calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026-2029 digelar di, Grand Studio Metro TV, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. Debat ini menjadi rangkaian akhir menjelang Musyawarah Nasional ke-18 HIPMI pada 10 Juni 2026. 

Dalam debat terakhir ini, kepengurusan HIPMI ke depan ditekankan harus mampu menjadi katalisator bagi pengusaha daerah, membangun ekonomi inklusif, serta mewujudkan gagasan dalam program kerja nyata.

Mengusung tema penguatan investasi, hilirisasi dan pembiayaan di tengah tantangan global, debat pamungkas ini menjadi ajang para calon Ketua Umum untuk menyampaikan strategi memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Sekaligus mendorong pertumbuhan pengusaha muda di Indonesia. 

Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari menegaskan, bahwa HIPMI harus menjadi rumah bagi seluruh pengusaha muda dan berperan sebagai katalisator di daerah. Kolaborasi para kandidat sangat dibutuhkan agar pertumbuhan ekonomi dapat merata ke seluruh pelosok negeri serta membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kita tahu bersama bahwa tantangan ke depan sangatlah kompleks dan sudah barang tentu HIPMI sebagai organisasi besar, pengusaha-pengusaha muda yang ada di seluruh Indonesia, ini bisa aspirasinya di apa disalurkan lewat gagasan-gagasan yang tadi ketua umum calon ketua umum sampaikan," ujar Akbar, dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Jumat, 5 Juni 2026.
 



Sementara itu, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom), Fithra Faisal, menyebut HIPMI memiliki peran krusial sebagai tolak ukur bisnis nasional. Kontestasi ini diharapkan tidak menimbulkan perpecahan di internal. Siapapun yang terpilih wajib merangkul seluruh kandidat demi kemajuan rantai pasok domestik maupun global.

"Harapannya adalah untuk ketua yang terpilih, siapapun yang terpilih itu bisa menggandeng kandidat-kandidat yang lain, karena semuanya adalah anak terbaik HIPMI yang tentunya bisa masing-masing bisa memberikan kontribusi yang terbaik juga untuk HIPMI dan juga untuk Indonesia," kata Fithra.

Senada dengan hal tersebut, pakar ekonomi sekaligus Wakil Dekan FEB Universitas Indonesia, Kiki Verico, mendorong Ketua Umum HIPMI terpilih untuk segera mengejawantahkan gagasan menjadi aksi nyata. HIPMI dituntut berkontribusi langsung dalam mendongkrak daya saing global, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"HIPMI ini memberikan peranan yang penting, karena sebagai pelaku usaha langsung ya dan kita berharap sekali dalam konteks, misalnya untuk bagaimana meningkatkan contohnya yang tidak bisa kita cetak adalah devisa," ungkap Kiki.






(Gervin Nathaniel Purba)