Pertemuan para mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Foto: Dok istimewa
Mantan Ketum Hipmi Gelar Pertemuan, Ini yang Dibahas
Eko Nordiansyah • 2 June 2026 14:11
Jakarta: Para mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) berkumpul bersama dalam kegiatan bincang santai mantan ketua umum Hipmi. Acara bertajuk "Persaudaraan yang Tak Pernah Usai" ini digelar oleh Ade Jona Prasetyo.
Dalam acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, hadir para Ketua Umum BPP Hipmi seperti Sharif Cicip Sutarjo (1986-1989), Bambang Riyadi Soegomo (1989-1992), Adi Putra Darmawan Tahir (1992-1995), Sandiaga Salahuddin Uno (2005-2008), Erwin Aksa Mahmud (2008-2011), dan Raja Sapta Oktohari (2011-2015) serta beberapa pengusaha lain.
Cicip mengapresiasi inisiatif Ade Jona yang menginisiasi silaturahmi bersama para senior Hipmi. Sebab, Hipmi tidak hanya menjadi tempat lahirnya pengusaha, tetapi juga ruang yang membangun persahabatan dan solidaritas antargenerasi yang dapat terjaga.
"Di Hipmi, kita tidak pernah melihat siapa atau apa jabatannya. Kita bergaul apa adanya karena itu persahabatan yang lahir di Hipmi bisa bertahan puluhan tahun," ujar Cicip di Hotel Dharmawangsa Jakarta, dikutip Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Cicip, semangat tersebut yang perlu terus dijaga oleh kepemimpinan Hipmi ke depan. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan geopolitik yang berdampak pada nilai tukar rupiah, Hipmi diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi, khususnya bagi para pengusaha di daerah.
“Kondisi saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal. Karena itu Hipmi harus berperan, bukan hanya menunggu keadaan membaik. Yang dibutuhkan para pengusaha adalah program yang konkret, kepastian hukum, dan kepastian berusaha. Jika kepastian itu ada, pengusaha akan mampu menghitung dan mengambil keputusan bisnisnya sendiri,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.

(Salah satu kandidat Ketua Umum BPP Hipmi Ade Jona. Foto: Dok istimewa)
Tantangan bagi dunia usaha
Sementara itu, Erwin Aksa menekankan pentingnya menjaga budaya egaliter yang selama ini menjadi kekuatan Hipmi. Menurutnya, tantangan yang dihadapi dunia usaha maupun organisasi ke depan tidak mudah, sehingga dibutuhkan pemimpin yang mampu merangkul dan menghadirkan solusi.Ia mengenang pengalamannya saat memimpin Hipmi di tengah krisis ekonomi global akibat subprime mortgage di Amerika Serikat pada 2008. Saat itu, dunia usaha menghadapi tekanan besar karena akses pembiayaan semakin sulit dan dampak krisis turut dirasakan di Indonesia.
"Kami di Hipmi berusaha karena perbankan tidak mau mengucurkan pembiayaan kepada pelaku usaha kecil karena bunga mahal dan krisis global ikut menghantam Indonesia. Saya dan mantan Menteri Perindustrian Pak MS Hidayat yang saat itu menjabat sebagai Ketua Kadin berusaha menyelesaikannya,” ujar Erwin Aksa.
Di sisi lain, Ade Jona menjelaskan silaturahmi dengan para Ketua Umum Hipmi digelar sebagai ruang bertukar pikiran antara generasi muda dan senior Hipmi. Ade Jona merupakan salah satu kandidat Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026–2029 dalam Munas yang akan digelar di Lampung, 10 Juni 2026.
“Hipmi merupakan organisasi kader,karena itu kami membutuhkan banyak masukan dan bimbingan dari para senior karena tentunya para senior kami lebih berpengalaman. Persahabatan dan persaudaraan yang terbangun di Hipmi harus terus dijaga,” ujar Ade Jona.
“Melalui forum seperti ini, kami bisa bernostalgia sekaligus mendengarkan saran dan pandangan para senior untuk menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam membangun organisasi dan dunia usaha Indonesia,” lanjut dia.