28 June 2026 00:03
Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah lima peserta meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial. Evaluasi difokuskan pada penguatan aspek kesehatan, penyesuaian intensitas pelatihan, serta peningkatan pengawasan medis selama pendidikan berlangsung.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Atas arahan Menteri Pertahanan, penguatan aspek kesehatan peserta menjadi perhatian utama. Pemeriksaan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai dengan kondisi peserta, serta penguatan pengawasan medis di satuan pendidikan," kata Ketut dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu 27 Juni 2026.