Kerusakan Alam Akibat Tambang Emas Ilegal di Bungo Meluas, Sampel Air Diuji di Lab

27 January 2026 23:24

Kerusakan alam, lingkungan, serta ekosistem di wilayah Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, terus meluas. Kondisi memprihatinkan ini merupakan dampak langsung dari maraknya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang hingga kini masih sulit diberantas.

Kerusakan paling parah terlihat di sepanjang aliran Sungai Batang Bungo. Ekosistem di kawasan tersebut hancur porak-poranda akibat aktivitas penambangan ilegal yang tidak terkendali.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bungo bersama tim rutin melakukan pengecekan kualitas air dan endapan sedimen. Hal ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana tingkat kontaminasi merkuri, zat berbahaya yang kerap digunakan oleh para penambang emas ilegal dalam proses pengolahan emas.

Pihak DLH telah mengambil sampel sedimen di tiga titik meliputi wilayah hulu sungai, tengah hingga hilir Sungai Batang Bungo.
 

Baca juga: Tim Zero PETI Berantas Tambang Emas Ilegal di Sepanjang Sungai Batang Bungo

Karena keterbatasan fasilitas di Jambi, sampel sedimen dan air tersebut akan dikirim ke Bogor, Jawa Barat, untuk menjalani pengujian laboratorium yang lebih mendalam.

"Sampel ini akan kita kirim ke Bogor untuk pengecekan laboratorium karena di Jambi belum ada laboratorium yang bisa mengecek kualitas sedimen ini," ujar Plt Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Bungo, Dasmardi.

Meskipun razia dan berbagai upaya penertiban telah berulang kali dilakukan oleh pihak berwenang, aktivitas PETI di sepanjang aliran sungai masih terus terjadi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)