El Nino jadi bahan obrolan di mana-mana dalam beberap minggu terakhir. Ada yang bilang air sudah krisis, ada yang mengatakan ini akan jadi tahun penuh kemarau.
Dengan adanya fenomena ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menggelar rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, yang sekaligus menjadi sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi El Nino.
Dalam forum ini menempatkan El Nino bukan lagi sebagai soal cuaca, tapi soal ekonomi dan ketahanan daerah. Tito meminta para gubernur berkoordinasi dengan bupati dan wakilota untuk memitigasi El Nino.
"Saya meminta seluruh kepala daerah segera menggelar rapat koordinasi bersama BPBD, dinas pertanian, dinas pengairan, dan perangkat daerah terkait guna memperkuat kesiapsiagaan berdasarkan data yang telah disampaikan BMKG, BNPB, Kementan, serta Kementerian PU, kata Tito Karnavian pada 29 Juni 2026 dikutip dalam tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa 1 Juli 2026.
El Nino Tidak Sama Dengan Kemarau
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyebut el nino dan musim kemarau adalah dua hal yang berbeda. Ia mengatakan yang harus diwaspadai bukan lamanya el nino, tetapi ketika fenomena ini bertetapan dengan musim kemarau.
Untuk periode 2026, berada di Juli hingga Oktober dengan peluang intensitas kuat yang mencapai 98 persen. Jika, el nino satu tahun, maka buka berarti kemarau satu tahun.
Mekanisme Efek Domino El Nino
El nino memang tidak emmbuat harga beras naik. Namun, membuat air irigasi berkurang, produksi turun dan membuat pasokan berkurang. Inilah yag membuat
harga pangan berpotensi ikut naik.
Musim pertama padi biasanya mulai pada Oktober berpotensi mundur. Namun, pangan nasional saat ini tercatta masih aman dengan cadangan beras di Bulog mencapai 5 juta ton dan total ketersediaan sertara dengan kebutuhan 11 bulan ditambah surplus di sembilan komoditas pokok strategis lainnya.
Infrastruktur Air Nasional
Dirjen SDA Kemen PU menyampaikan kekuatan infrastruktur air nasional. Terdapat 240 waduk dan bendungan dengan kapasitas tampung 6,68 miliar meter kubik, ditambah 593 situ dan danau dengan kapasitas 137,22 miliar meter kubik, serta 1.639 unit pengelolaan air baku, dan 10.757 unit sumur bor yang tersebar di berbagai daerah.
Sebagai gambaran tambahan, untuk Pulau Jawa, kebutuhan irigasi pada Juli mencapai 599,28 juta meter kubik, sedangkan yang tersedia 3,27 miliar meter kubik. Lebih dari lima kali kebutuhan. Di Agustus masih hampir lima kali kebutuhan.
Tiga Strategi Kementerian Pertanian
Kementan menyiapkan tiga strategi menghadai el nino yakni antisipasi, disediakan pompa untuk satu juta hektar sawah. Adaptasi, adanya irigasi intermiten dan sistem gilir air. Mitigasi, ada asuransi pertanian dan bantuan benih gratis bagi petani yang gagal panen.