Jakarta: Pelaku jaringan judi online internasional saat ini telah memanfaatkan rekening milik warga sebagai penampung transaksi. Modusnya pelaku merekrut warga-warga yang ada di kampung.
Polda Metro Jaya sudah menangkap empat tersangka dalam kasus judi online jaringan internasional Onexbet (1xBet). Tahu nggak bayarannya berapa? Hanya dibayar sekitar Rp300 ribu saja warga memberikan rekeningnya untuk bisa menjadi rekening nominee. Dari penangkapan ini sudah ada empat orang yang ditangkap.
75 rekening nominee diblokir
Ini adalah jaringan terkait dengan situs judi online internasional namanya adalah 1xbet. Akhirnya pihak kepolisian berhasil memblokir sekitar 75 rekening nominee yang digunakan untuk menampung aliran dana judi online. 75 rekening ini merupakan total yang sudah ketahuan oleh pihak kepolisian.
Ternyata dari puluhan rekening yang sudah diblokir oleh pihak kepolisian, polisi menemukan saldonya ada sekitar Rp119 juta ada di dalam rekening tersebut, rekening-rekening yang sudah diblokir. Dan rekening ini digunakan sebelumnya untuk menampung transaksi deposit dan juga untuk penarikan dana judi online. Ini sesuai dengan kluster-kluster yang tadi sudah disampaikan, ada banyak tugas dan banyak orang yang ditugaskan. Salah satunya adalah yang di Cianjur untuk merekrut orang-orang yang mau memberikan rekening mereka.
Modus operandi
Para pelaku merekrut warga yang ada di desa-desa, yang ada di kampung-kampung dengan imbalan, angkanya hanya Rp300 ribu-Rp500 ribu per rekening. Kemudian, warga akhirnya diminta untuk menyerahkan data-data pribadi mereka.
Mengapa data pribadi? Karena perlu data pribadi untuk membuka rekening atas nama sendiri. Tapi, masalahnya rekening tersebut tidak digunakan oleh warga. Rekening ini digunakan untuk rekening perjudian online tadi.
Jadi, akses mobile banking, kemudian akses rekening, itu semuanya dikendalikan oleh pelaku. Dan ini tujuannya adalah untuk mengaburkan transaksi judi online dan aliran dananya ke mana.
Koordinator jaringan ini, mengaku sudah beroperasi sejak bulan April 2025. Satu tahun lebih, ada lebih dari 500 rekening yang berhasil dikumpulkan kemudian dikirimkan ke pengendali di luar negeri.
Yang sudah diblokir oleh kepolisian, ada sekitar 75 rekening. Dan omset yang baru terungkap, saat ini ternyata lebih dari Rp2 miliar. Itu dalam kurun waktu satu tahun lebih.
Apa sebenarnya rekening nominee?
Rekening nominee adalah rekening bank yang terdaftar atas nama seseorang. Misal, nama keluarga kerabat Anda. Namun, ternyata dikendalikan dan digunakan oleh pihak lain. Dan dalam kasus ini, yang menggunakannya adalah orang yang mengelola yang namanya Judi Online One Expat.
Resikonya besar. Data pribadi sudah disalahgunakan. Kemudian rekening dipakai untuk tindak kejahatan. Dan ini berpotensi dijerat TPPU. Walaupun tidak tahu menau tapi menerima bayaran Rp300 ribu-Rp500 ribu, bisa terjerat proses hukum.
Sumber: Redaksi Metro TV