Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pascakebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Pemerintah mencatat setidaknya terdapat sekitar 20 hektare lahan yang hangus terbakar, tapi kondisi tersebut masih dapat diatasi.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiagakan armada pemadam kebakaran beserta personel hingga ke tingkat desa. Selain itu,
early warning system juga diaktifkan guna memastikan setiap laporan kebakaran dapat ditangani dengan cepat.
"Mengingat terdapat kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Cianjur, khususnya yang baru-baru ini terjadi di Gunung Gede, alhamdulillah berkat kerja sama dari seluruh pihak kebakaran ini bisa teratasi," ujar Wahyu Ferdian dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Senin 10 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa upaya pemerintah daerah tidak berhenti pada proses pemadaman saja. Di tengah kondisi cuaca kemarau saat ini, pemerintah setempat berkomitmen untuk melakukan langkah-langkah pencegahan bersama dengan seluruh pihak guna mencegah munculnya titik api lainnya.
Sebagai langkah antisipatif, masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan ke petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar mereka.