Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago (tengah). Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz.
Pemerintah Fokuskan Penanganan Karhutla di 6 Provinsi Rawan Bencana
Fachri Audhia Hafiez • 10 August 2026 22:27
Jakarta: Pemerintah memfokuskan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi paling rawan bencana. Keenam provinsi itu meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
"Dari daerah yang kita waspadai sebagai daerah yang paling kritis ada enam provinsi," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Djamari menjelaskan, keenam wilayah tersebut menjadi perhatian utama lantaran memiliki bentang lahan gambut luas yang sangat rentan terbakar saat musim kemarau ekstrem. Terlebih dengan adanya dampak fenomena El Niño.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, titik api juga dilaporkan muncul di beberapa kawasan konservasi dan pegunungan, seperti kawasan Gunung Bromo di Jawa Timur, Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, hingga Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Guna mengatasi sebaran api yang kian meluas, pemerintah mengoptimalkan pemadaman udara dengan menyiagakan armada pesawat dan puluhan helikopter water bombing.
"Kita mengerahkan sekitar 43 helikopter sampai dengan hari ini, ditambah dengan fixed-wing juga bisa antara 10 sampai dengan 15 sesuai dengan kebutuhan," ujar Djamari.
.jpg)
Karhutla. Foto: Dok. MGN.
Di samping operasi udara, penanganan dari jalur darat terus diperkuat dengan penyediaan tangki fleksibel sebagai penampung air sementara bagi para petugas di lapangan. Pemerintah mencatat total luas lahan yang terbakar hingga saat ini mencapai sekitar 107 ribu hektare.
Djamari memastikan seluruh kementerian, lembaga, TNI, Polri, serta pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi terpadu untuk mengendalikan titik api dan mencegah dampak karhutla kian meluas.