Teknologi Penyimpanan Gas Alam Berbasis MOF Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun

6 August 2026 18:28

Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut teknologi penyimpanan gas alam berbasis Metal-Organic Framework (MOF) berpotensi menghemat beban subsidi elpiji hingga sekitar Rp26 triliun per tahun. Teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi unggulan yang dipaparkan Kepala BRIN Arif Satria di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pameran inovasi dan teknologi BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis 6 Agustus 2026. 

"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," kata Arif dalam tayangan Breaking News Metro TV

Arif Satria mengatakan teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) berbasis MOF memungkinkan gas alam domestik disimpan pada tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dibandingkan Compressed Natural Gas (CNG) konvensional. Menurutnya, inovasi tersebut merupakan salah satu langkah BRIN untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.

"BRIN berusaha membangun kemampuan untuk mengurangi impor LPG melalui biofuel, energi dari biomassa dan limbah, energi terbarukan, baterai, dan infrastruktur energi," ujar Arif.

Ia menjelaskan teknologi MOF yang digunakan merupakan hasil pengembangan berdasarkan riset peraih Nobel Kimia 2025 asal Jepang, Susumu Kitagawa. BRIN bahkan telah membangun sister laboratory bersama ilmuwan tersebut guna mempercepat pengembangan teknologi penyimpanan gas di Indonesia.

"Salah satunya yang tadi sudah Bapak Presiden saksikan tentang Adsorbed Natural Gas (ANG), yang memungkinkan gas alam domestik disimpan dalam tekanan sekitar 30 bar, lebih rendah dari CNG konvensional, melalui teknologi Metal-Organic Framework (MOF) yang ditemukan peraih Nobel 2025 yaitu Susumu Kitagawa. BRIN telah membangun sister lab bersama peraih Nobel dari Jepang itu," katanya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X