Jakarta: Merasa tubuh mudah lelah, cepat tidak enak badan, atau mendadak drop meski aktivitas harian tergolong normal kerap dianggap sebagai tanda kurang fit atau daya tahan tubuh yang lemah. Namun para ahli kesehatan menilai, kondisi tersebut sering kali dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru melemahkan tubuh.
Menurut penjelasan pakar kesehatan dari World Health Organization (WHO), dehidrasi ringan saja sudah cukup memengaruhi fungsi tubuh. Kurang minum air putih dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, pusing, sulit fokus, hingga penurunan performa fisik. WHO merekomendasikan asupan cairan yang cukup setiap hari untuk menjaga metabolisme dan sirkulasi tubuh tetap optimal.
Kebiasaan Melewatkan Makan
Kebiasaan melewatkan waktu makan juga dinilai berpengaruh besar. Dokter gizi menjelaskan bahwa telat atau sengaja melewatkan makan dapat menyebabkan kadar gula darah turun. Kondisi ini membuat energi cepat habis, tubuh terasa lemas, dan konsentrasi menurun. Pola makan yang tidak teratur dalam jangka panjang bahkan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan daya tahan tubuh.
Faktor lain yang sering diremehkan adalah kurang tidur. Mengutip
National Sleep Foundation, tidur yang tidak cukup dapat menurunkan sistem imun dan membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi. Kurang tidur juga berdampak pada pemulihan sel dan kestabilan energi harian.
Gaya hidup sedentari atau jarang bergerak turut berperan. Terlalu lama duduk atau rebahan dapat mengganggu sirkulasi darah dan membuat otot terasa kaku serta berat. Para ahli menyarankan aktivitas fisik ringan secara rutin, seperti berjalan kaki atau peregangan, untuk menjaga aliran darah dan kebugaran tubuh.
Kebiasaan Memaksakan Diri
Selain itu, kebiasaan memaksakan diri saat tubuh sudah memberi sinyal lelah juga berisiko. Menurut pakar kesehatan, tubuh membutuhkan jeda untuk memulihkan energi. Terus memaksakan produktivitas tanpa istirahat justru dapat mempercepat kelelahan fisik dan mental.
Konsumsi gula dan kafein berlebihan juga perlu diwaspadai. Berdasarkan keterangan
Mayo Clinic, lonjakan energi dari gula dan kafein bersifat sementara. Setelah efeknya hilang, tubuh justru bisa terasa lebih lemas. Kurangnya asupan protein dan serat turut memperburuk kondisi karena energi tidak bertahan lama.
Stres dan kelelahan mental pun sering menjadi faktor tersembunyi. Psikolog kesehatan menyebutkan bahwa beban pikiran yang terus menumpuk dapat menarik energi fisik, membuat tubuh mudah drop meski secara fisik tidak terlalu aktif. Kondisi ini bisa semakin terasa di musim hujan, ketika paparan sinar matahari dan aktivitas luar ruangan berkurang.
Para ahli menekankan, tubuh selalu memberi sinyal ketika ada yang tidak seimbang. Menjaga kesehatan bukan hanya soal mengobati saat sakit, tetapi mengenali dan memperbaiki kebiasaan kecil setiap hari agar tubuh tetap kuat dan bertenaga.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)