.,

Kualitas Padi Turun Akibat Banjir, Ditawar Murah oleh Tengkulak

6 February 2026 20:16

Banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat masih menyisakan persoalan bagi masyarakat. Salah satunya adalah hasil panen para petani yang terancam dibeli dengan harga murah oleh para tengkulak akibat kualitas padi menurun.

Rendaman banjir membuat kualitas padi menurun karena kadar air yang tinggi dan tercampur lumpur. Kondisi ini dimanfaatkan tengkulak untuk memborong padi petani dengan harga jauh di bawah harga normal.

“Kalau untuk padi sih agak menyerap air, cuma banyak lumpur karena posisi kan banjir. Ada yang nawar itu sampai angka Rp2.000 per kilo, berarti anggap Rp200 per kuintal ya," kata salah satu petani, Amad, dalam program Metro Siang Metro TV, Jumat, 6 Februari 2026.
 



"Nah, sampai terakhir tehnya harga batas paling Rp4.500 paling mahal gitu. Nah, kalau sekarang sih saya penginnya ada di angka yang lebih tinggi gitu. Penginnya sih harapan ada Bulog lah masuk gitu dengan ada angka lebih tingginya gitu. Penginnya petani, harapan petani,” ujar Amad, menambahkan.

Selain merendam permukiman, banjir luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet juga merendam lebih dari 4.000 hektare lahan pertanian di berbagai kecamatan. Sebagian besar lahan tersebut merupakan tanaman padi yang siap panen.

Para petani pun berharap banjir tidak kembali terjadi agar mereka tidak terus mengalami kerugian.

(Nada Nisrina)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)