Presiden Prabowo Sambut PM Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka

3 August 2026 18:43

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menerima kunjungan resmi Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, 3 Agustus 2026. Kunjungan ini menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara, mengingat ini merupakan kunjungan resmi pertama PM Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

PM Anutin tiba di pelataran Istana Merdeka dan langsung disambut hangat oleh Presiden Prabowo. Upacara penyambutan kenegaraan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan kedua negara, yang diiringi dengan dentuman meriam sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

Setelah upacara, kedua pemimpin melakukan pemeriksaan pasukan dan Presiden Prabowo memperkenalkan jajaran menteri dari Kabinet Merah Putih kepada PM Anutin. Sebaliknya, PM Anutin juga memperkenalkan delegasi resmi yang dibawanya dari Thailand.

Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo dan PM Anutin dijadwalkan melaksanakan Second Leaders’ Consultation. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas berbagai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama bilateral di berbagai sektor krusial.
 



Fokus utama pembahasan meliputi bidang keamanan, pemberantasan kejahatan transnasional, serta peningkatan volume perdagangan dan investasi. Selain itu, isu ketahanan pangan, energi, dan penguatan hubungan antar-masyarakat (people-to-people contact) juga menjadi poin penting dalam diskusi tersebut.

Salah satu capaian penting yang diharapkan dari kunjungan ini adalah pengumuman Peta Jalan Kemitraan Strategis untuk periode 2026 hingga 2030. Dokumen ini akan menjadi panduan bagi Indonesia dan Thailand dalam mempererat kolaborasi di tingkat regional, khususnya dalam lingkup ASEAN.

Selain agenda kenegaraan di Istana, PM Anutin juga dijadwalkan memimpin pembukaan Forum Bisnis Thailand-Indonesia. Ia juga akan menyambangi Sekretariat ASEAN untuk menyampaikan pidato mengenai visi masa depan ASEAN.

Kunjungan perdana PM Anutin ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara melalui sinergi yang lebih kuat antara Jakarta dan Bangkok.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X