5 August 2026 01:36
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia terus berfluktuasi. Kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas di Istana Negara, Selasa.
"Terkait perkembangan harga minyak dunia yang terus mengalami dinamika sangat tinggi, arahan Bapak Presiden memerintahkan agar menjaga harga BBM subsidi tidak boleh dinaikkan. Tetapi kalau memang harga ICP dunia menurun, maka BBM non-subsidi juga dipertimbangkan untuk disesuaikan dengan harga pasar. Kalau turun ya turun, jangan dinaikkan," ujar Bahlil Lahadalia dalam tayangan Headline News Metro TV, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga :
Harga minyak turun lebih dari lima persen, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan militer terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, turun menjadi sekitar USD83,40 dolar per barel (sekitar Rp1,5 juta) pada pukul 06.05 GMT (13.05 WIB), Senin, 3 Agustus 2026.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan AS, turun enam persen menjadi USD79,60 dolar (sekitar Rp1,4 juta) per barel.
Harga minyak turun tajam seiring dengan meningkatnya harapan terhadap dimulainya lagi diplomasi untuk meredakan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari Timur Tengah.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah menyesuaikan harga BBM non-subsidi secara bertahap. Per 1 Agustus 2026, Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter, serta Pertamax Turbo turun dari Rp19.300 per liter menjadi Rp18.300 per liter. Harga Pertalite tetap Rp10 ribu per liter, dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.