Gus Kikin Pimpin PBNU, Ini Tantangan dan Arah NU ke Depan-Beranda Nasional

Misbahol Munir • 1 September 2026 18:00

Jombang: Lima tahun ke depan, arah Nahdlatul Ulama berada di tangan dua tokoh. K.H. Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU periode 2026-2031, sementara K.H. Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais 'Aam. Keduanya akan memimpin organisasi setelah Muktamar ke-35 NU resmi berakhir di Jombang, Jawa Timur.

Muktamar ke-35 NU ditutup Presiden Prabowo Subianto di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Selain menghasilkan susunan kepemimpinan baru, forum tersebut juga membawa perubahan dalam mekanisme pemilihan pimpinan NU.
 

 

Gus Kikin Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU

K.H. Abdul Hakim Mahfud atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031. Sementara itu, K.H. Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais 'Aam. Dengan hasil tersebut, kepemimpinan PBNU lima tahun ke depan akan diisi oleh kombinasi wajah baru di posisi ketua umum dan tokoh yang kembali dipercaya memegang posisi tertinggi dalam jajaran syuriyah.

Salah satu keputusan penting dalam Muktamar ke-35 adalah kembalinya sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA dalam pemilihan pimpinan. Sistem tersebut menggantikan mekanisme one man one vote yang sebelumnya digunakan. Dalam pemungutan suara, sebanyak 401 suara atau 72,6 persen mendukung penerapan sistem AHWA.

Melalui mekanisme ini, sembilan anggota AHWA kemudian bermusyawarah untuk menentukan Rais 'Aam. Perubahan sistem pemilihan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam dinamika Muktamar ke-35 NU.

Di tengah proses pemilihan pimpinan, Muktamar ke-35 NU juga tidak sepenuhnya berjalan tanpa dinamika. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah aturan iddah politik, yakni ketentuan yang mewajibkan calon pimpinan yang sebelumnya menduduki jabatan politik menjalani masa jeda selama satu tahun.

Aturan tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Muktamar dan menunjukkan adanya dinamika dalam menentukan arah organisasi ke depan. Kini, Muktamar ke-35 telah ditutup. Pemimpin baru telah ditetapkan dan sejumlah aturan organisasi juga telah diputuskan. Namun, tantangan bagi kepemimpinan baru justru dimulai setelah forum tersebut berakhir.

Nah, lima tahun ke depan bukan hanya tentang siapa yang memimpin PBNU, tetapi juga bagaimana Gus Kikin dan K.H. Miftachul Akhyar membawa organisasi menghadapi berbagai dinamika sekaligus menjaga arah NU. Kepemimpinan baru kini ditunggu untuk membuktikan bagaimana keputusan Muktamar dapat diterjemahkan menjadi langkah nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Titik Nurmalasari)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X