Kabut Asap Karhutla Ganggu Pelayaran di Sungai Kapuas

26 August 2026 18:30

Mempawah: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti alur pelayaran Sungai Kapuas di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kondisi ini mengganggu aktivitas pelayaran, karena jarak pandang turun hingga 80-100 meter.

Sejumlah kapal terpaksa berlabuh di pinggir alur sungai untuk menghindari risiko kecelakaan. Nakhoda juga memperlambat laju kapal saat kabut asap semakin tebal.

Nakhoda KM Berkah, Midun, mengatakan kabut asap telah mengganggu pelayaran selama hampir sebulan.

“Dah sebulan lebih kali ya, hampir sebulan lah,” ujar Midun dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026. 

Menurutnya, kondisi paling sulit terjadi pada pagi hari. Ketika embun bercampur dengan kabut asap, sehingga jarak pandang semakin terbatas.

“Terkadang apalagi subuh kan, mana embun campur kabut asap gini ya enggak nampak,” katanya.

Terbatasnya jarak pandang membuat nakhoda harus mengurangi kecepatan kapal. Jika kondisi semakin buruk, kapal memilih berhenti sementara di tepi alur sungai.

“Kalau enggak nampak ke depan kan daripada bahaya kita lambat,” ujar Midun.

Direktorat Polisi Perairan Polda Kalimantan Barat mengimbau masyarakat yang beraktivitas di Sungai Kapuas meningkatkan kewaspadaan. Para nakhoda diminta selalu menyalakan perangkat navigasi selama pelayaran.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X