Jakarta: Rangkaian kecelakaan tragis berujung maut terjadi di Bekasi Timur. Tabrakan antara KRL dan kereta api Argo Bromo Anggerek tak hanya menimbulkan kerusakan parah, tapi juga menyebabkan korban jiwa dan melumpuhkan perjalanan kereta api. Berawal dari insiden di perlintasan di kawasan Bula Kapal, tragedi ini berubah menjadi bencana besar di jalur padat komputer lain.
Berikut kronologi selengkapnya
Ada dua peristiwa yang terjadi dengan jeda waktu yang cukup lama. Peristiwa pertama ini bermula ketika KRL, relasi Bekasi-Cikarang tertemper sebuah taksi hijau yang terhenti di tengah perlintasan sebidang di Bula Kapal. Benturan ini menyebabkan gangguan perjalanan kereta karena upaya sterilisasi, termasuk KRL berikutnya dengan tujuan yang berlawanan, yang mengarah ke Cikarang menjadi tertahan di stasiun Bekasi Timur.
Kemudian, situasi yang belum sepenuhnya terkendali ini berubah menjadi tragedi. Di mana peristiwa kedua ini terjadi setelah jeda kurang lebih sekitar 30 hingga 50 menit. Saat kereta api Argo Bromo Anggrek, relasi Jakarta-Surabaya melaju di jalur yang sama dan menabrak bagian belakang KRL arah Cikarang. Kemudian benturan keras itu tidak terhindarkan. Gerbong KRL khusus perempuan ini mengalami kerusakan yang sangat parah.
Lalu berapa korban jiwa dan luka akibat peristiwa ini?
Akibat insiden ini 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 88 orang mengalami luka-luka. Sementara itu 240 penumpang kereta api Argo Bromo Anggrek berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Dampak tabrakan juga meluas sedikitnya 19 perjalanan kereta api terpaksa harus dibatalkan dan menyebabkan gangguan besar pada layanan transportasi di jalur tersebut.
Apa keterangan dari pihak PT KAI?
Pihak
PT KAI menduga bahwa insiden ini dipicu oleh gangguan awal akibat tabrakan dengan taksi hijau di perlintasan. Direktur utama PTKI Bobby Rashidin menyatakan bahwa peristiwa ini diduga mengganggu sistem operasional perkereta apian di area emplacement Bekasi Timur. Hingga kini penyelidikan pun masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan maut ini.
Sumber: Redaksi Metro TV