Eksplorasi Kampung Adat Sentani, Warisan Budaya Papua yang Terjaga

3 May 2026 13:10

Papua: Kampung adat Sentani di Kabupaten Jayapura, Papua menyimpan kekayaan tradisi leluhur serta pesona alam yang memikat. Kelestarian adat istiadat yang terus dijaga membuat kawasan yang terdiri dari 14 kampung adat ini memperoleh pengakuan resmi dari negara.

Salah satu tradisi yang masih dilestarikan adalah Festival Ulat Sagu yang digelar di Kampung Yoboi. Kampung ini dikenal sebagai penghasil ulat sagu yang menjadi sumber pangan utama bagi masyarakat setempat.

Dalam festival ini mereka menjual berbagai olahan ulat sagu, baik yang direbus, dibakar, maupun yang masih mentah. Para warga dapat datang untuk mencoba mencicipinya. 
 

Baca Juga: Menyusuri Pesona Jejak Sejarah di Kota Lama Semarang

Di kawasan tersebut, pohon sagu dikenal sebagai 'pohon kehidupan' karena seluruh bagiannya memiliki manfaat. Sagu dapat diolah menjadi papeda, ulat sagunya dijadikan lauk, sementara bagian pohon lainnya dimanfaatkan sebagai bahan bangunan rumah serta pupuk kompos untuk menanam sayuran di atas danau.

Kawasan Sentani juga memiliki destinasi wisata ikonik, yakni Bukit Tungku Wiri di Kampung Doyo Lama. Untuk mencapai puncaknya, pengunjung harus menaiki sekitar 180 anak tangga dan langsung disuguhkan pemandangan Danau Sentani serta keindahan matahari terbenam.

Apabila berkunjung ke kawasan Danaui Sentani, salah satu oleh-oleh yang wajib dicari adalah lukisan kulit kayu yang diproduksi di Kampung Asei. Motifnya beragam, mulai dari batik, burung cendrawasih, perahu, hingga gambar tokek dan cicak.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)