Pameran Allpack Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Diikuti 1.600 Peserta dari 42 Negara

21 October 2026 14:50

Pameran berskala internasional, Allpack Indonesia 2026, secara resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Memasuki penyelenggaraan tahun ke-25, pameran ini menghadirkan 1.600 peserta yang berasal dari 42 negara untuk menampilkan ragam inovasi teknologi pengemasan hingga otomasi industri terkini.

Pameran bergengsi ini dibuka secara langsung oleh Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji. Dalam pemaparannya, Sarmuji menyoroti tren positif kinerja industri pengolahan non-migas nasional yang sukses mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,32 persen pada triwulan kedua tahun 2026. Sektor ini juga tercatat berkontribusi mendominasi 82 persen dari total ekspor nasional.

"Pertumbuhan ekonomi kita di angka 5,20 sekian persen dan sektor industri manufaktur non-migas juga tumbuh 5,32 persen. Ini artinya ekonomi sedang menuju keadaan yang lebih baik," ungkap Sarmuji dikutip dari Zona Bisnis Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026.
 



Selain memfasilitasi etalase teknologi tingkat dunia dan mendukung pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal, ajang Allpack tahun ini juga menyuguhkan 65 agenda edukasi serta forum bisnis.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menyatakan optimismenya bahwa pameran ini mampu mengakselerasi kemajuan industri dalam negeri melalui perluasan akses teknologi, inovasi, dan penguatan jejaring bisnis global. Daud juga menekankan bahwa eksistensi perusahaan lokal dalam pameran ini menunjukkan daya saing yang tinggi.

Daud mencontohkan bahwa sejumlah peserta Allpack 2026 merupakan perusahaan asli Indonesia yang telah sukses memproduksi peralatan manufaktur skala besar, seperti mesin pengolahan air minum dan wafer, yang tidak hanya dipakai di dalam negeri, tapi telah diekspor.

"Hal ini membuktikan bahwa industri manufaktur Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi internasional, tetapi juga semakin mampu menjadi produsen, inovator, dan eksportir teknologi industri bekerja sama baik dengan China, Jepang, maupun Korea," jelas Daud.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X