Nasib Pilu Ibu Nani Korban Kebakaran Kramat Pulo, Kehilangan Tempat Tinggal dan Kenangan Almarhum Suami

10 October 2026 14:45

Kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kramat Pulo Dalam, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis, 8 Oktober 2026. Musibah ini tidak hanya menghanguskan bangunan rumah dan harta benda warga, tetapi juga melenyapkan kenangan berharga. Salah satu korban terdampak adalah Ibu Nani, lansia yang kini harus bertahan di pengungsian bersama anak dan para cucunya.

Bagi Ibu Nani, rumah tersebut memiliki arti yang sangat mendalam. Sejak suaminya meninggal sembilan tahun lalu, ia menjalani hidup tanpa pekerjaan tetap sembari merawat anak dan cucu-cucunya di rumah itu. Bangunan tersebut menjadi satu-satunya tempat berlindung sekaligus peninggalan kenangan bersama almarhum suaminya.

Menyelamatkan Anak yang Sakit di Tengah Kobaran Api

Saat kebakaran terjadi dan kobaran api mulai membesar, Ibu Nani bergegas masuk kembali ke dalam rumah untuk membangunkan anaknya yang sedang terbaring sakit. Di tengah situasi yang membahayakan jiwa, ia hanya sempat menyelamatkan dokumen keluarga berupa Kartu Keluarga (KK) dan KTP.

"Saya posisinya di dalam, saya mau keluar tiba-tiba api udah besar. Saya masuk lagi ngebangunin anak saya lagi sakit, empat kali suruh keluar masih di atas. Jadi saya cuman sempatnya bawanya ini, Kartu Keluarga sama KTP. Jadi yang hilang BPJS sama BLT," tutur Ibu Nani dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu, 10 Oktober 2026.

Persediaan Makanan Ikut Hangus Terbakar

Selama ini, Ibu Nani berusaha memenuhi kebutuhan harian keluarga dengan menyimpan persediaan bahan makanan di rumah, seperti beras dan telur. Namun, seluruh bahan pangan tersebut tidak sempat diselamatkan dan habis dilalap si jago merah.

"Udah enggak bisa ketolong. Telur baru cucu beli, 'Mak, aku beli telur nih Mak,' katanya, 2 kilo buat kalau direbus buat makan. Iya baru diambil empat biji, empat pagi Mak rebus. Akhirnya saya lari aja udah sampai ke jalanan udah penuh enggak kelihatan," ungkapnya.
 



Berharap Bantuan untuk Membangun Kembali Rumah Kenangan

Kini, Ibu Nani dan keluarganya sangat membutuhkan bantuan kebutuhan pokok serta tempat tinggal sementara di lokasi pengungsian. Lebih dari sekadar bantuan pangan harian, ia berharap adanya ulur tangan dermawan atau pemerintah untuk membantu membangun kembali rumahnya yang telah runtuh.

"Minta bantuan buat dibetulin aja. Kalau saya yang ngebetulin enggak mungkin bisalah, namanya sudah lanjut usia. Saya sih minta biar bantuan cepat datang aja. Walaupun bagaimana biar bisa kembali lagi ke sini, soalnya ini kenangan almarhum," pungkas Ibu Nani.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X