Jakarta: El Nino yang semula diperkirakan berlangsung hingga akhir September, ternyata masih berlanjut sampai bulan Oktober. Meski tidak memiliki lahan luas dalam bentuk hutan seperti provinsi-provinsi di Kalimantan, bersiaga El Nino yang berdampak pada kekeringan juga harus diwaspadai di Ibu Kota Jakarta, apalagi berujung kepada potensi terjadinya kebakaran. Lantas apa saja yang perlu kita perhatikan?
Yang pertama, peristiwa kebakaran sering kali terjadi di Jakarta atau di kota metropolitan yang menimpa banyak gedung dan lain sebagainya,
Kebakaran di permukiman warga.
Kebakaran gedung atau tempat usaha, seperti pusat perbelanjaan, hotel, gudang, hingga bangunan komersial.
Ada beberapa peristiwa kebakaran yang terjadi tidak terlalu jauh di antaranya 2 bulan terakhir ini, yang masih dalam fase El Nino dan yang cukup besar dampaknya:
Agustus 2026: kebakaran melahap Gedung Bapenda DKI Jakarta.
September 2026: Terjadi kebakaran di Jalan Batu, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, di mana 114 rumah terdampak.
Oktober 2026: Tercatat sudah ada 8 peristiwa kebakaran:
- Jakarta Utara: 1 peristiwa
- Jakarta Barat: 1 peristiwa
- Jakarta Pusat: 3 peristiwa
- Jakarta Timur: 3 peristiwa
Perbedaan penyebab kebakaran
Kita tentu mengenal perbedaan-perbedaan penyebab dari terjadinya kebakaran dengan profil kota seperti Jakarta:
Korsleting Listrik: Seperti kerusakan isolasi, beban juga berlebih.
Kompor dan Gas: Di mana api kompor dengan lalai ditinggalkan, kebocoran gas, juga regulator.
Aktivitas Manusia: Seperti pembakaran terbuka, puntung rokok dengan sembarang dimatikan dengan tidak tepat dengan lokasinya. Ada juga kondisi bangunan yang memperparah di mana material mudah terbakar, apalagi kalau kita perhatikan di kawasan permukiman padat penduduk dengan jarak antarrumah yang sangat rapat.
Faktor Cuaca: Jangan juga kita lengah dengan faktor cuaca. Udara dan material di musim kemarau yang lebih kering juga bisa menjadi faktor pendukung terjadinya pembakaran—bukan kebakaran—pembakaran, dan memperbesar risiko perambatan, meski tidak otomatis menjadi sumber api menyala.
El Nino dan kebakaran di Ibu Kota
Bagaimana korelasinya terhadap El Nino dan juga kebakaran di kota.
Yang tadi mayoritas merupakan kebakaran yang diakibatkan di permukiman warga ataupun gedung. Secara sederhana, kita mengantisipasi El Nino ini berdampak pada:
El Nino & Perubahan Pola Hujan: Di mana curah hujan bisa berkurang atau bahkan jeda hujannya lebih panjang.
Kondisi Kering & Panas: Itu bisa mengakibatkan kondisi kering dan panas, di mana kelembapan bahan tertentu dapat menurun. Sedangkan kebutuhan masyarakat semisal yang berkaitan dengan listrik juga meningkat, seperti contoh menyalakan pendingin ruangan, air dispenser juga harus jadi dingin, dan lain sebagainya.
Terjadi Sumber Penyalaan: Dalam situasi di mana terjadi sumber penyalaan seperti percikan listrik, kompor, atau api terbuka, tentu dapat menyulut bahan yang lebih mudah terbakar.
Potensi Kebakaran & Perambatan Api: Selebihnya dalam beberapa situasi, dampak dari potensi kebakaran ini juga berdampak kepada perambatan api, memengaruhi ventilasi, profil kepadatan bangunan.
Pencegahan di rumah
Dan sedikit berbicara soal teknis, El Nino tentu mengubah sirkulasi atmosfer dan pola curah hujan. Kalau kita kaitkan dengan menyalanya api, tiga unsur utama sangat berpengaruh: bahan bakar, oksigen, dan panas atau suhu panas yang menjadi sumber penyalaan. Jadi El Nino bisa dilihat sebagai pendukung meningkatnya suhu panas dan kekeringan.
Maka setelah mengenali situasi pendukungnya, kita bicara soal pengawasan yang bisa dilakukan di rumah, mengingatkan kembali kepada kita bahwa:
Instalasi Listrik:
Perhatikan instalasi listrik di rumah Anda. Hindari penggunaan stopkontak yang sampai bertumpuk-tumpuk dan beban listrik berlebih.
Perhatikan instalasi dan peralatan kelistrikan Anda, seperti kabel yang digunakan, charger adaptor yang digunakan, steker atau stopkontak. Kalau sudah mengalami kerusakan atau panas, coba hentikan untuk dioperasikan terlebih dahulu, dicabut sumbernya, atau bahkan lebih baik diganti saja. Peralatan listrik yang usang sangat berpengaruh terhadap potensi terjadinya percikan.
Cek semua peralatan kelistrikan Anda dan pastikan gunakan instalasi sesuai kapasitas, baik kWh maupun amperemeternya, serta pemeriksaan berkala.
Dapur & Tabung Gas:
Yang sering kali menjadi permasalahan klasik di mana kita suka lalai adalah dapur dan juga tabung gas. Jangan biasakan tinggal kompor menyala tanpa pengawasan, misalnya sedang menggoreng atau merebus makanan/air karena butuh waktu lama lalu ditinggalkan begitu saja.
Waspada berkaitan dengan periksa selang dan regulator Anda secara berkala.
Pencegahan di gedung
Jangan lupa kalau misalkan Anda berada di gedung bertingkat, baik tinggal di apartemen maupun perkantoran:
Proteksi Bangunan:
Pastikan Anda sebagai penghuni ataupun yang beraktivitas di dalam gedung memonitor secara berkala ketersediaan APAR, alarm detektor asap, serta sistem pemadaman otomatis.
Gedung yang sudah lama tentu harus dimonitor perawatannya secara berkala karena peristiwa kebakaran tidak setiap hari terjadi, sehingga kita perlu memastikan kondisinya prima.
Kesiapsiagaan:
Sering kali penghuni atau pekerja di gedung bertingkat suka mengabaikan simulasi kebakaran karena dianggap membuang-buang waktu. Padahal simulasi kebakaran penting agar apabila suatu saat terjadi, Anda tahu jalur evakuasi dan titik kumpulnya berada di mana.
Sebagai informasi kepada publik, jika mengalami insiden kebakaran, jangan lupa untuk menghubungi call center Damkar Pemprov DKI Jakarta di nomor 112.
Imbauan Gubernur DKI
Imbauan ini berkaitan dengan potensi kekeringan El Nino dan potensi kebakaran di ibu kota yang juga sudah diantisipasi oleh Gubernur DKI Jakarta
Pramono Anung yang menyampaikan:
"Harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat,"
BPBD Provinsi DKI Jakarta juga telah diimbau untuk terus melakukan monitoring, bersiaga, dan terus melakukan edukasi terhadap masyarakat.
Sumber: Redaksi Metro TV