Pramono: El Nino Memanjang Picu Lonjakan Kebakaran di Jakarta

Rumah warga di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, RT 14 RW 5, Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat, hangus terbakar. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Pramono: El Nino Memanjang Picu Lonjakan Kebakaran di Jakarta

Muhammad Adyatma Damardjati • 9 October 2026 11:15

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan fenomena El Nino yang berlangsung lebih lama dari prediksi memicu lonjakan kasus kebakaran di Jakarta. Pemprov DKI terus melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mempercepat turunnya hujan.

"Harus diakui dengan jujur bahwa El Nino yang berlangsung begitu lama, yang dulu diperkirakan sampai dengan akhir September, sekarang sudah Oktober," ujar Pramono di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Maka itu, Pemprov DKI terus melakukan TMC, walau sering kali gagal. Pramono mengaku tetap memerintahkan BPBD DKI Jakarta untuk melakukan TMC selama ada ada awan.

Lebih lanjut, Pramono menyebut pihaknya mengikuti perkembangan kebakaran di Jakarta. Termasuk kebakaran di Jalan Kramat Pulo Dalam 2, RT 14 RW 5, Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat yang terjadi pada Kamis malam, 8 Oktober 2026. Pramono berpendapat tindakan preventif menjadi hal utama, karena pemadaman menjadi lebih sulit jika api sudah membesar.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah kami persiapkan untuk secara transparan, terbuka, komunikatif dengan masyarakat," ujar Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews/Arini Noviawati Gunawan.

Pramono meminta masyarakat membantu pemerintah daerah melakukan pencegahan. Pramono juga mengimbau warga menghindari tindakan yang memicu kebakaran.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk membantu pemerintah daerah DKI Jakarta, jangan buang puntung rokok sembarangan, penataan listriknya jangan sampai korsleting, dan sebagainya. Karena ini tindakan preventif harus kita jaga bersama-sama," ungkap Pramono.

Kebakaran terjadi pada Kamis, 8 Oktober 2026, pukul 18.30 WIB. Sebanyak 83 bangunan terbakar dengan 114 kepala keluarga atau 340 jiwa terdampak. Korban terdiri atas 178 laki-laki dan 162 perempuan. Warga terdampak meliputi 25 lansia, 25 balita, 70 anak sekolah, 4 disabilitas, dan 2 ibu hamil. 

Api mulai dipadamkan pukul 18.35 WIB dan pemadaman berakhir pukul 00.30 WIB. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

(Siti Yona Hukmana)