11 October 2026 22:11
Pasca-diterjang banjir bandang, puluhan rumah warga di Kampung Apa dan Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatra Barat, masih terendam endapan lumpur tebal. Ratusan personel gabungan kepolisian bersama masyarakat setempat kini bergotong royong melakukan pembersihan lingkungan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, warga memendam kekecewaan mendalam terhadap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Alat pendeteksi dini atau Early Warning System (EWS) banjir yang terpasang di lokasi mereka tidak berfungsi sama sekali saat air bah tiba-tiba menerjang, sehingga banyak warga yang terjebak di dalam rumah.
Liza Febria, salah seorang warga yang sempat terjebak banjir selama dua jam, mengaku sangat kaget dengan datangnya air bah yang tanpa peringatan tersebut.
"Dua jam sampai ada tim SAR yang menyelamatkan kami untuk bisa keluar dari banjir ini. Di sini kan ada early warning system, waktu itu kami tanyakan ke Bapak BPBD, kalau tanda-tanda banjir sirinenya hidup, berbunyi. Tapi ternyata banjir datang, sirinenya enggak berbunyi," keluh Liza dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, Minggu 11 Oktober 2026.