Banjir merendam sejumlah wilayah permukiman di Kota Padang, Sumatra Barat. (Dokumentasi/ BPBD Provinsi Sumatra Barat)
Banjir Padang Rendam 120 Rumah, 672 Warga Mengungsi
Silvana Febiari • 11 October 2026 13:43
Padang: Banjir yang melanda Kota Padang, Sumatra Barat, berdampak pada sekitar 120 rumah dan menyebabkan 672 jiwa mengungsi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir masih menggenangi sejumlah wilayah.
"Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatra Barat per Minggu pukul 03.34 WIB, banjir belum surut dan proses pendataan serta evakuasi warga masih berlangsung," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Minggu, 11 Oktober 2026.
Banjir ini dipicu hujan berintensitas tinggi pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Banjir melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo, yang mencakup enam kelurahan.
Enam kelurahan terdampak tersebut meliputi Kuranji, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, Tabiang Banda Gadang, dan Gurun Laweh.
Data sementara mencatat sekitar 225 kepala keluarga atau 498 jiwa terdampak banjir. Sementara itu, sebanyak 672 jiwa mengungsi di Kecamatan Kuranji, tepatnya di Kelurahan Kuranji.
"Para pengungsi tersebar di tiga lokasi, yakni tenda pengungsian Lapau Munggu dan rumah warga sebanyak 367 jiwa, Mushala Ar Ridwan Kampung Tangah sebanyak 250 jiwa, serta Warung Jembatan Guo sebanyak 55 jiwa," ungkap Berton.
Dari sisi kerusakan, BNPB mencatat satu rumah mengalami rusak berat dan empat rumah rusak sedang. Selain itu, sekitar 120 rumah terdampak banjir. Akses jalan di sekitar lokasi PDAM daerah Guo, Kecamatan Kuranji, juga terputus sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak.
Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 238 jiwa. Penanganan dilakukan BPBD bersama Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, Basarnas, TNI/Polri, Dinas Sosial, relawan, dan masyarakat.
Bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsi juga telah disalurkan. Bantuan tersebut meliputi 500 bungkus nasi, 100 selimut, 23 dus mi instan, 30 paket makanan anak, 30 paket perlengkapan keluarga (family kit), 16 paket pakaian anak, serta 30 kasur.

Banjir bandang menerjang Kota Padang, Sumatra Barat. (Dokumentasi/ BPBD Provinsi Sumatra Barat)
Di tengah penanganan darurat, Wali Kota Padang bersama Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah meninjau lokasi banjir di Perumahan Cluster Luminpark.
"Selain penanganan darurat, perbaikan tanggul yang jebol di daerah aliran sungai Lapau Munggu, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, menjadi salah satu rekomendasi penanganan untuk mendukung upaya pengurangan risiko banjir di wilayah tersebut," papar Berton.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
“Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diharapkan mengenali potensi bahaya di sekitarnya, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila kondisi mengancam keselamatan,” imbaunya.
BNPB juga meminta masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dan arahan pemerintah daerah serta petugas penanggulangan bencana selama proses penanganan berlangsung.