BNPB: Karhutla Kalteng dan Sumsel Masih Berat

14 October 2026 16:25

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatra Selatan (Sumsel) masih tergolong berat dan menjadi prioritas penanganan. Sebaliknya, kondisi di empat provinsi lain, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi, mulai membaik.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton Panjaitan, menyebut total 663 hektare lahan gambut terbakar saat ini. Tantangan terbesar ada di Kalteng, dengan terbakarnya 513 hektare lahan di Taman Nasional Tanjung Puting. Di Sumsel, karhutla mencakup hampir 50 hektare, sedangkan di Riau titik api sudah nihil.

"Kalteng dan Sumsel jadi prioritas kami. Sementara di Riau, sudah tidak ada titik api yang dilaporkan," ujar Berton dikutip dari Breaking News, Metro TV, Rabu 14 Oktober 2026. 
 



BNPB mengutamakan Satgas Darat karena lebih efektif memadamkan api yang bersembunyi di bawah permukaan gambut. Pemadaman dari udara melalui water bombing dinilai hanya efektif untuk api di permukaan.

Berton memastikan kekuatan personel dan alat darat sudah memadai, terbukti dengan tingkat keberhasilan pemadaman yang mencapai 80 persen setiap harinya. Selain itu, 49 helikopter disiagakan dan bisa dipindahkan antarprovinsi sesuai kebutuhan.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga terus dilakukan, bergantung pada ketersediaan awan. Namun, akibat jarak pandang yang buruk di beberapa wilayah, titik keberangkatan helikopter OMC harus disesuaikan, seperti dari Pangkal Pinang untuk melayani wilayah Sumsel.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X