Ratusan Rumah di Bangka Selatan Hangus Dilalap Karhutla, 500 Warga Mengungsi

13 October 2026 14:11

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalap permukiman padat penduduk di Dusun Serdang, Desa Jelutung 2, Kabupaten Bangka Selatan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026 sore tersebut menghanguskan ratusan rumah warga dan berdampak pada ribuan jiwa.

Kobaran api diduga kuat berasal dari karhutla di sekitar area lahan yang kemudian merembet cepat ke permukiman padat. Api melalap dengan mudah bangunan rumah warga yang mayoritas terbuat dari kayu.

Dampak musibah ini mencakup sekitar 1.800 jiwa, dengan 500 warga di antaranya harus mengungsi ke tempat penampungan sementara di masjid dan gedung sekolah. Warga kehilangan seluruh harta benda dan barang berharga yang tidak sempat diselamatkan saat bencana terjadi.

Permukiman di dusun tersebut berdiri di atas lahan gambut. Pada musim hujan, kawasan ini terendam air sehingga rumah warga dibangun berarsitektur panggung. Namun, saat musim kemarau tiba, lahan gambut menjadi sangat kering dan rawan terbakar.

Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) menghadapi kendala besar di lapangan. Petugas tidak dapat menjangkau atau memadamkan titik awal timbulnya api karena kedalaman lahan gambut yang berisiko membahayakan keselamatan.
 


Suasana panik melingkupi warga saat api dengan cepat menghanguskan tempat tinggal mereka beserta harta benda, mulai dari perabotan hingga uang tunai.

"Kalau kami enggak tahu apalah, pasrah. Tuhan tulah yang tahu. Kulkas, mesin cuci, lemari, tempat tidur. Duit Rp3 juta habis. Enggak bisa diselamatkan nian, panik nian," tutur salah seorang warga korban kebakaran, Solina dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Selasa, 13 Oktober 2026.

Para korban yang kini kehilangan tempat tinggal sangat mengharapkan uluran tangan dari pemerintah agar dapat membangun kembali rumah mereka.

"Minta bantuanlah kalau bisa, maunya tuh mau minta bantuan rumah kembali. Kalau bisa kembali seperti semula," harapnya.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X