ISPU Muaro Jambi Tembus 400, Ribuan Warga Terserang ISPA

8 October 2026 19:51

Muaro Jambi: Kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, membuat indeks standar pencemaran udara (ISPU) menembus angka 400 atau masuk kategori berbahaya. Dinas Kesehatan Muaro Jambi mencatat 4.065 warga terserang infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi tersebut.

Kabut asap telah mengepung sejumlah wilayah Muaro Jambi selama lebih dari sebulan. Kondisi ini membuat kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Dinas Kesehatan Muaro Jambi melakukan pemeriksaan terhadap ratusan warga Desa Sembubuk, Kecamatan Jambi Luar Kota, sebagai bagian dari mitigasi dan pencegahan penyakit akibat paparan kabut asap.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Muaro Jambi Ariany Widiastuty mengatakan selain ISPA, pihaknya juga mencatat kasus diare dan iritasi mata.

“Sudah kita lihat dari data, data kasus kita untuk khusus ISPA itu ada 4.065, kemudian ada diarenya 399, dan konjungtivitis atau mata merah atau iritasi mata itu ya kurang lebih ada 99,” kata Ariany dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Kamis 8 Oktober 2026. 

Ariany mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

“Sebaiknya seluruh masyarakat tentu mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujarnya.

Salah satu warga Muaro Jambi, Jumiatun, mengaku mengalami sesak napas dan mata merah akibat kabut asap. Ia juga merasakan pusing dan batuk, terutama ketika kondisi asap semakin pekat.

“Sesak, mata merah, kepala kadang pusing karena apa pandangan tidak terlalu jauh memandang, kadang-kadang bisa batuk juga,” kata Jumiatun.

Jumiatun berharap pemerintah segera melakukan penanggulangan dan pemadaman di lokasi-lokasi kebakaran yang menjadi sumber kabut asap.

“Buat kabut asap nih kepada pemerintah tolong secepatnya melakukan penanggulangan kepada asap nih supaya cepat dilakukan pemadaman di area-area pembakaran,” tuturnya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X