2 Korban Ledakan Pakuwon Masih Dirawat Intensif

7 October 2026 17:27

Dua karyawan yang menjadi korban ledakan restoran di kawasan San Antonio Pakuwon City, Surabaya, saat ini masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Haji Provinsi Jawa Timur di Surabaya.

Sebelum dipindahkan ke ICU, satu pasien laki-laki dan satu pasien perempuan tersebut sempat mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan menjalani operasi debridement. Operasi pengangkatan jaringan kulit yang rusak akibat luka bakar dan kotoran yang menempel tersebut dilakukan dengan pembiusan total, masing-masing berlangsung selama sekitar dua jam.
 



Di lokasi terpisah, tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur terus melakukan pendalaman guna mengungkap penyebab insiden ledakan ruko tersebut. Polisi telah menemukan dan menyita sejumlah barang bukti krusial di area belakang bangunan restoran.

Kasi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol Sukris Hermanto, menyebutkan bahwa barang bukti yang diamankan meliputi tabung gas LPG berukuran 50 kilogram, selang instalasi LPG, tungku, dan kompor. Seluruh barang bukti tersebut ditarik untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

"Penyebab pasti ledakan belum bisa dipastikan. Saat ini seluruh barang bukti sudah diamankan untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim Bidlabfor Polda Jatim," ujar Sukris.

Pemeriksaan laboratorium forensik ini berfokus untuk memastikan titik sumber ledakan, termasuk menganalisis kemungkinan adanya kebocoran atau masalah teknis pada instalasi selang dan tabung gas di dapur restoran tersebut. Keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi kejadian juga tengah dikumpulkan.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X