6 October 2026 17:42
Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong perluasan akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program fasilitasi sertifikasi barcode. Langkah strategis ini dilakukan agar produk-produk UMKM lokal semakin mudah menembus jejaring ritel modern sekaligus mampu bersaing dengan produk impor.
Dalam pelaksanaan program tersebut, Kemendag bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk memfasilitasi penerbitan sertifikasi barcode bagi produk UMKM. Pada tahap awal, pemerintah menargetkan sebanyak 50 perusahaan UMKM akan mendapatkan fasilitas sertifikasi ini.
"Nanti sertifikasi barcode dilakukan bareng GS1. GS1 kan memang lembaga yang melakukan itu. Nah, ini nanti akan kita coba 50 perusahaan dulu. Karena kan kita kurasi juga ya, 50 perusahaan." kata Menteri Perdagangan Budi Santoso, dikutip dari tayangan Prioritas Indonesia, Metro TV, Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini sejatinya sebanyak 80 persen produk yang mengisi jejaring ritel modern merupakan produk lokal. Kendati demikian, pendampingan terhadap UMKM tetap diperlukan secara intensif agar produk yang dihasilkan konsisten memenuhi standar kualitas ritel modern.