SDN Grogol Selatan 09 Jakarta Terapkan Konsep Sekolah Hijau Net Zero Carbon dan Inklusif

29 October 2026 14:09

Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus nilai kesetaraan dihadirkan oleh SDN Grogol Selatan 09, Jakarta Selatan. Sekolah negeri ini menerapkan konsep emisi nol bersih (net zero carbon) yang dipadukan dengan penyediaan fasilitas belajar ramah anak disabilitas (inklusif).

Transformasi sekolah yang dirintis sejak 2022 ini memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, mulai dari pemasangan panel surya sebagai sumber energi terbarukan, hingga desain arsitektur yang memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara. Sekolah juga dilengkapi ruang terbuka hijau yang asri guna menciptakan suasana belajar yang sejuk dan sehat.

Kepala SDN Grogol Selatan 09, Esti, menjelaskan bahwa rancangan bangunan ini bertujuan memberikan kenyamanan maksimal bagi para murid layaknya rumah kedua. Selain aspek ekologis, pihaknya berkomitmen penuh memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak tanpa terkecuali.

"Sekolah negeri wajib menerima anak disabilitas. Oleh karena itu, kami menyediakan fasilitas penunjang yang aman, seperti jalur landai (ramp) untuk pengguna kursi roda serta toilet khusus disabilitas," ujar Esti dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 29 Oktober 2026.

Konsep ramah lingkungan tidak hanya tampak pada bangunan fisik, tetapi juga diterjemahkan ke dalam kebiasaan hidup sehari-hari para siswa. Guru SDN Grogol Selatan 09, Reni, mengungkapkan bahwa sekolah secara ketat membiasakan murid membawa wadah makan dan botol minum (tumbler) sendiri dari rumah.

"Anak-anak dilarang membawa bekal yang dikemas plastik sekali pakai. Tujuannya meminimalisasi timbulan sampah, dan dampaknya sampah plastik di lingkungan sekolah berkurang sangat signifikan," jelas Reni.
 


Selain itu, sampah anorganik yang masih dapat didaur ulang dimanfaatkan siswa menjadi berbagai hasta karya, seperti botol ecobrick. Sementara itu, area taman sekolah difungsikan sebagai sarana pembelajaran luar kelas (outdoor learning).

Pembaruan lingkungan sekolah ini menuai tanggapan positif dari para murid dan orang tua. Salah seorang siswa, Wildan, mengaku merasa senang dan nyaman belajar bersama guru serta teman-temannya.

Hal senada diutarakan perwakilan Komite Sekolah, Savanah. Menurutnya, lingkungan sekolah yang tertata rapi dan bersih berdampak langsung pada motivasi belajar siswa.

"Dulu sebelum tertata, anak-anak sering buang sampah sembarangan. Sekarang suasana sekolah jauh lebih nyaman dan bersih, sehingga anak-anak lebih bersemangat dan aktif berkreasi di kelas," kata Savanah.

Melalui integrasi antara kelestarian lingkungan dan keterbukaan akses bagi anak berkebutuhan khusus, SDN Grogol Selatan 09 membuktikan bahwa sekolah hijau bukan sekadar inovasi bangunan, melainkan wahana pembentukan karakter peduli lingkungan dan empati sosial sejak usia dini.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X