Aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, berujung ricuh. Massa aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil melempari petugas kepolisian dengan batu dan petasan, serta membakar pembatas jalan.
Menurut laporan di lokasi, bentrokan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB ketika massa yang tidak puas mulai melakukan tindakan anarkis. Selain petasan, sempat terdengar adanya bom molotov yang dilempar ke arah polisi yang berjaga di seberang beton pembatas. Meskipun demikian, aparat kepolisian tetap bertahan dan tidak mendorong mundur massa secara paksa.
Demonstrasi ini diketahui berlangsung sejak Senin dan mencapai puncaknya pada Kamis. Ribuan massa, termasuk mahasiswa, NGO, dan masyarakat sipil, berkumpul untuk menyampaikan 28 tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Beberapa tuntutan utama meliputi:
- Pendidikan gratis bagi seluruh rakyat Indonesia.
- Pencabutan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai bermasalah.
- Penolakan revisi UU Minerba.
- Evaluasi program makan bergizi gratis yang dianggap tidak efektif.
- Pencabutan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
Demonstrasi ini seharusnya berakhir pada pukul 18.00 WIB sesuai aturan. Namun, hingga malam hari, massa masih bertahan di lokasi.
Aparat kepolisian beberapa kali mengimbau massa untuk membubarkan diri dengan tertib. Tetapi sebagian tetap bertahan dan melanjutkan aksi mereka.
Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah aksi serupa akan kembali dilakukan pada esok hari. Namun, berdasarkan orasi yang disampaikan di mobil komando, massa mengindikasikan akan terus menyuarakan tuntutan mereka terkait kondisi sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia.
(Zein Zahiratul Fauziyyah)