5 April 2023 17:20
Istri Mbah Slamet, Seneh mengaku dirinya tidak mengetahui soal aksi suaminya sebagai dukun pengganda uang di Banjarnegara.
Selama ini, Seneh hanya mengetahui bahwa ada ruangan khusus di depan rumahnya itu sering dimasuki suami, berserta tamu-tamunya. Seneh juga mengaku, dirinya tidak pernah memasuki ruangan itu dan tidak mengetahui aktivitas apa yang dilakukan suami di dalam ruangan tersebut.
"Yang saya tahu cuman buat ritual. Ga tau saya, ga pernah dengar itu untuk ritual apa," ujar Seneh.
Diketahui, Mbah Slamet melakukan aksi ritual menggandakan uang bersama korbannya di salah satu ruang khusus berukuran 1,5 x 3 meter yang berada tepat di depan rumahnya.
Sebelumnya, Mbah Slamet mengungkapkan dalam penyidikannya dengan Polres Jawa Tengah, bahwa setelah melakukan aksi di ruang ritual tersebut, korban kemudian dibawa ke lahan miliknya menggunakan motor pribadi.
Berbeda dengan pengungkapan Slamet, Seneh menyebut mereka tidak memiliki motor pribadi, bahkan jika suaminya pergi mengantar tamunya itu bisa kembali lagi ke rumah dalam waktu satu hingga dua hari.
"Di sini ga ada motor. Kalau udah ngantar tamu pulang lagi kadang ya siang lagi, kadang sampai dua hari lagi ga pulang. Bapak juga jarang pulang," ungkap Seneh.
Saat ini, Mbah Slamet Tohari telah diamankan di Polres Banjarnegara. Dirinya terancam Pasal berlapis, penggelapan dan Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati.
Selain Slamet, polisi juga menetapkan Budi Santoso (32) alias Bodrex, warga Comal, Kabupaten Pemalang, sebagai tersangka. Bodrex berperan sebagai tangan kanan Mbah Slamet, yang bertugas mencari korban-korban.