Jakarta: Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih menyisakan duka sekaligus menyisakan sejumlah pertanyaan. Hingga Minggu, 19 Juli 2026, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 18 penumpang yang dinyatakan hilang.
Fakta di Balik Tenggelamnya KM Nurul Salsa
Berikut sejumlah fakta yang terungkap dari insiden tenggelamnya KM
Nurul Salsa.
1. Mesin Kapal Mati di Tengah Laut
KM Nurul Salsa berangkat dari Pulau Jampea menuju Kabupaten Kepulauan Selayar pada Rabu dini hari, 15 Juli 2026, sekitar pukul 05.00 WITA dengan membawa puluhan penumpang dan awak kapal. Sekitar pukul 10.00 WITA, kapal mengalami mati mesin total saat berada di perairan barat Pulau Polasi, sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng.
2. Cuaca Buruk Memperparah Situasi
Upaya penyelamatan terkendala cuaca ekstrem. Gelombang tinggi dan angin kencang membuat kapal sulit dikendalikan. Kondisi semakin memburuk setelah pompa penyedot air (alkon) mengalami kerusakan. Air laut terus masuk ke dalam kapal hingga akhirnya KM Nurul Salsa terbalik dan tenggelam pada malam harinya.
3. Manifest Penumpang Diduga Tidak Sesuai
Data sementara menunjukkan terdapat ketidaksesuaian antara jumlah penumpang dengan manifest resmi. KM Nurul Salsa diketahui mengangkut 78 orang, sementara manifest hanya mencatat 45 orang. Artinya, terdapat 33 penumpang yang tidak tercantum dalam daftar resmi. Temuan ini menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat.
4. Satu Korban Meninggal, 18 Orang Masih Dicari
Per Minggu, 19 Juli 2026, proses pendataan menunjukkan:
- Total penumpang: 78 orang
- Selamat: 59 orang
- Meninggal dunia: 1 orang
- Masih hilang: 18 orang
Dua korban selamat terakhir ditemukan di Pulau Balaloho setelah bertahan hidup menggunakan pelampung. Sementara itu, Tim DVI Polda Sulawesi Selatan membuka posko pendataan di Pelabuhan Benteng dan RSUD KH Hayung Selayar untuk membantu proses identifikasi korban.
5. Area Pencarian Terus Diperluas
Operasi pencarian melibatkan Basarnas Makassar, TNI AL, Polri, BPBD, Syahbandar, hingga nelayan setempat.
Luas area pencarian terus diperbesar berdasarkan analisis arah angin dan arus laut, yaitu:
- Hari ke-3: 192 mil laut persegi
- Hari ke-4: 448 mil laut persegi
- Hari ke-5: 1.305 mil laut persegi yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian
6. Dugaan Overkapasitas Masih Diselidiki
Selain memeriksa penyebab teknis kapal tenggelam, polisi juga mendalami dugaan kelebihan muatan. Selain mengangkut 78 penumpang, KM Nurul Salsa diketahui membawa sekitar 17 ton sembako serta empat unit sepeda motor.
Polres Kepulauan Selayar telah memeriksa nakhoda, sembilan anak buah kapal (ABK), sejumlah penumpang yang selamat, serta keluarga korban. Kepolisian menegaskan proses penyidikan dilakukan secara transparan untuk memastikan penyebab pasti tenggelamnya kapal sekaligus memverifikasi seluruh fakta yang berkaitan dengan tragedi tersebut.