Atlet Golf Jesslyn Wijaya Terdeteksi di Malaysia, Keluarga Masih Bungkam

22 July 2026 18:21

Teka-teki mengenai keberadaan atlet golf nasional, Jesslyn Wijaya Lay, mulai menemui titik terang, namun tetap menyisakan misteri. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa Jesslyn terdeteksi berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

Peristiwa ini bermula pada 13 Juli 2026, saat Jesslyn menghadiri acara ulang tahun neneknya di restoran kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, Jesslyn diduga dibawa paksa oleh empat hingga lima orang pria dengan mata tertutup dan digiring masuk ke dalam sebuah mobil hitam.

Kasatreskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan dan penelusuran rekaman CCTV, Jesslyn diketahui telah meninggalkan Indonesia hanya berselang sehari setelah kejadian di restoran tersebut.

Tanggal 14 ditemukan yang bersangkutan korban Jesslyn itu keluar dari Indonesia menuju Kuala Lumpur dari Bandara Ahmad Yani menggunakan pesawat AirAsia, ujar AKBP Roby dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Rabu (22/7/2026).

Dari rekaman CCTV, Jesslyn tidak pergi sendirian. Data manifest dan rekaman CCTV bandara menunjukkan ia didampingi oleh dua orang wanita yang diidentifikasi sebagai ibu kandung dan tantenya. Rombongan tersebut tiba di bandara dengan pengawalan tiga unit mobil dan lima orang laki-laki.

Bersama dengan dua orang yang kita identifikasi adalah ibu dan saudara ibunya atau tantenya. Berdasarkan CCTV juga memang yang bersangkutan ini hadir atau tiba di bandara Ahmad Yani itu menggunakan tiga mobil. Selain tiga orang yang saya sebutkan sebelumnya memang betul ada lima orang laki-laki yang turut mengantarkan sampai dengan tempat check-in bandara, ujar AKBP Roby.



Kendala ketidakterbukaan keluarga

Meskipun titik koordinat Jesslyn sudah diketahui, pihak kepolisian mengaku mengalami kendala besar dalam memastikan kondisi sang atlet. Hal ini disebabkan oleh sikap keluarga inti yang cenderung tertutup dan tidak kooperatif memberikan informasi kepada penyidik.

Hingga saat ini, baik Jesslyn maupun keluarganya belum bisa dihubungi oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan resmi.

Yang sekarang kami butuhkan memang adalah keterbukaan, khususnya dari keluarga Jesslyn maupun Jesslynnya sendiri, kata Roby.

Penyelidikan tetap berjalan

Meski rekan Jesslyn yang merupakan pelapor awal telah mencabut laporannya, Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa proses penyelidikan tidak akan dihentikan begitu saja. Polisi masih mendalami motif di balik kejadian jemput paksa di restoran tersebut untuk memastikan apakah ada unsur pidana yang dilanggar.

Polisi menekankan bahwa Jesslyn adalah seorang perempuan dewasa yang memiliki hak hukum dan tanggung jawab pribadi. Oleh karena itu, tindakan intimidasi atau pemaksaan, sekalipun dilakukan oleh pihak keluarga, tetap berpotensi melanggar undang-undang.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X