Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penjualan Masker di Pasar Pramuka Jakarta Naik Dua Kali Lipat

7 September 2026 20:39

Sebaran debu abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya memicu lonjakan permintaan alat pelindung diri. Penjualan masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, dilaporkan meningkat hingga dua kali lipat dalam dua hari terakhir.

Kondisi ini membuat persediaan masker, terutama jenis N95 dan KN95, mulai mengalami kelangkaan di sejumlah toko. Selain stok yang menipis, harga masker juga mulai merangkak naik imbas dari tingginya permintaan konsumen.

Salah satu pedagang di Pasar Pramuka, Gilang, mengungkapkan bahwa peningkatan penjualan terjadi sangat signifikan. Bahkan, pada hari Minggu kemarin, tercatat rekor penjualan hingga 5.000 pcs atau sekitar 200 hingga 300 boks masker dalam sehari.

"Yang nyari banyak, cuma karena stok barang dari distributor juga lagi berkurang. Permintaan konsumen lagi meningkat, mungkin karena imbas erupsi ini," kata Gilang dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Senin, 7 September 2026.
 



Gilang menambahkan, jenis masker yang paling banyak diburu warga adalah jenis earloop, duckbill, serta masker dengan tingkat keamanan tinggi seperti KN95. Akibat stok yang menipis dari distributor, harga jual di tingkat pedagang pun mengalami penyesuaian.

"Harga pasti ikut terimbas karena barangnya langka dan permintaan banyak. Kenaikannya sekitar 10 persen dari harga biasa," ucapnya.

Hingga saat ini, arus permintaan masker di pusat alat kesehatan terbesar di Jakarta tersebut terpantau masih tinggi. Warga mengaku sengaja membeli stok masker untuk menjaga kesehatan pernapasan dari paparan abu vulkanik.

Pemerintah sendiri telah mengimbau masyarakat untuk kembali disiplin menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mencegah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat buruknya kualitas udara dan sebaran abu vulkanik.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X