Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menguatkan transparansi data investor, menyusun pembukuan rebalancing indeks oleh lembaga indeks global MSCI. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor dan memperkuat posisi pasar modal Indonesia di mata dunia internasional.
Bursa Efek Indonesia berencana merinci data investor yang tercatat di BEI maupun di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kebijakan ini merupakan respons atas pembekuan rebalancing indeks MSCI terhadap saham dalam negeri.
BEI memastikan, data yang disampaikan emiten telah melalui proses validasi ketat, karena bisa terkena sanksi tegas dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) apabila tidak sesuai.
Sementara itu, Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, komunikasi dengan MSCI sebenarnya sudah berlangsung sejak Desember 2025. Namun dalam proses tersebut MSCI tidak menyampaikan permintaan dan data secara spesifik.
BEI menargetkan sebelum bulan Mei 2026 data investor yang telah diperbarui dapat dipublikasikan melalui KSEI dan Bursa Efek Indonesia. Penyempurnaan data ini diharapkan bisa menjaga kepercayaan
investor dan memperkuat posisi masar modal Indonesia di mata dunia internasional.
“Kita sedang mempersiapkan, kita sedang melihat bagaimana kita bisa memenuhi apa yang dibutuhkan oleh MSCI. Sehingga tadi kita tidak harapkan bahwa investor-investor kita yang ada sekarang pailit. Kita akan berkomitmen terbaik untuk bisa memenuhi transparansi, karena ini bukan hanya baik buat
MSCI tapi baik juga buat pasar modal.” kata Direktur Utama BEI Iman Rachman, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Kamis, 29 Januari 2026.