Respons Purbaya saat IHSG Kena Trading Halt Lagi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Metrotvnews.com/Duta Erlangga

Respons Purbaya saat IHSG Kena Trading Halt Lagi

Eko Nordiansyah • 29 January 2026 12:50

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai penghentian sementara perdagangan (trading halt) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kedua kalinya merupakan efek kejut (shock) sementara di pasar. Ia memperkirakan tekanan tersebut hanya berlangsung singkat, sekitar dua hingga tiga hari saja.

"Ini mungkin orang shock akan possibility. Kita pasarnya dianggap pasar frontier level. Tapi saya kira enggak akan turun ke sana karena fondasi kita bagus," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurut dia, gejolak di pasar saham tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Dirinya juga menyoroti pergerakan saham-saham spekulatif yang sejak lama diingatkan untuk dibersihkan dari bursa.

"Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya sudah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan kan. Tapi yang (saham) besar-besar kan masih ada, yang saham-saham blue chip. Kalau Anda takut lari saja ke situ," ujar dia.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Trading halt kedua

Sebagaimana diketahui, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham pada Kamis, pukul 09.26 WIB, dalam sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.

Pada saat itu, IHSG tercatat turun 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66. Sesuai ketentuan, perdagangan dilanjutkan kembali pada pukul 09.56 WIB tanpa perubahan jadwal sesi perdagangan.

Purbaya memandang tekanan pasar utamanya dipengaruhi sentimen terkait evaluasi indeks oleh MSCI terhadap transparansi bursa efek Indonesia. Dirinya mengatakan sejumlah catatan yang disampaikan akan ditindaklanjuti oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai pengawas.

Meski terjadi trading halt hingga dua kali, ia mengatakan tetap optimistis kinerja IHSG ke depan akan menguat bisa menembus level 10.000 pada akhir 2026.

"Optimistis (IHSG) 10.000. Enggak usah takut," ujar Purbaya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)