Pelemahan IHSG Syok Sesaat, Purbaya Optimistis Bakal Bangkit Lagi

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. MI/Insi Nantika Jelita

Pelemahan IHSG Syok Sesaat, Purbaya Optimistis Bakal Bangkit Lagi

Eko Nordiansyah • 29 January 2026 10:32

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) bersifat sementara.

Purbaya mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia dan rendahnya tingkat floating sejumlah emiten. Laporan tersebut dianggap telah membuka praktik manipulasi harga saham.

"Ini hanya shock sesaat. Jadi pasti perusahaan-perusahaan itu akan bisa memenuhi syarat MSCI dan akan bisa masuk ke indeksnya MSCI maupun ya saham yang boleh diinvestasi oleh perusahaan-perusahaan asing global gitu," ujar Purbaya ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 29 Januari 2026.

Menkeu menyebut telah berkomunikasi dengan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang memastikan bahwa seluruh laporan MSCI akan dibereskan sebelum batas waktu tersebut, atau sekitar Mei 2026.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan terkait akan mampu memenuhi persyaratan MSCI dan kembali masuk dalam indeks global.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

IHSG bakal segera pulih

Ia optimistis IHSG akan segera pulih seiring perbaikan fundamental ekonomi nasional. Purbaya juga menekankan saat ini kondisi ekonomi Indonesia berada dalam tren positif berkat sinkronisasi kebijakan fiskal, moneter, dan investasi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai enam persen tahun ini dan bisa bertambah lebih cepat.

Dari sisi pendapatan fiskal, pihaknya akan memperbaiki cara pengumpulan pajak dan cukai sehingga hasilnya akan lebih optimal tanpa menaikkan tarif pajak maupun cukai.

Selain itu, Kementerian Keuangan juga akan mendorong seluruh kementerian/lembaga untuk belanja tepat waktu dan sasaran, serta memperbaiki iklim investasi di Indonesia.

"Jadi kalau bursa saham jatuh gara-gara itu, dan kita tahu itu akan diperbaiki dalam waktu yang tidak terlalu lama sebelum bulan Mei, harusnya sekarang a good time to buy," imbuhnya.

IHSG ditutup melemah kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring reaksi emosional dan aksi panic selling pelaku pasar pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait dengan prosesreview dan rebalancing saham-saham di Indonesia.

IHSG ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53.

"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Rabu.

Secara fundamental, Reydi mengatakan, tidak ada perubahan signifikan pada ekonomi domestik maupun kinerja emiten besar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)