Imbas Kemarau Panjang, Harga Cabai Rawit Merah di Pasar Kopro Tembus Rp90 Ribu/Kg

23 September 2026 12:46

Jakarta: Fenomena musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai berdampak terhadap stabilitas harga komoditas pangan. 

Di Pasar Kopro, Jakarta Barat, lonjakan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Saat ini, harga cabai tersebut menyentuh angka Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram, jauh melampaui harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

Parlan, salah seorang pedagang sayur di Pasar Kopro, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini sudah dirasakan sejak awal Agustus lalu. 

"Cabai rawit merah dan hijau terus naik. Sayuran lain seperti buncis juga tinggi, sekarang Rp30 ribu dari sebelumnya Rp20 ribu. Labu siam dan kacang panjang juga ikut naik semua," jelas Parlan dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 23 September 2026. 

Menurut Parlan, faktor utama kenaikan harga ini adalah kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan di lahan pertanian. Kondisi ini memaksa petani mengeluarkan biaya ekstra untuk pengairan.

"Petani kita belum semuanya modern. Untuk mendapatkan air, mereka harus menyedot air menggunakan mesin pompa dan genset. Biaya BBM untuk mesin itu tinggi, sementara hasil panen tidak maksimal atau bahkan banyak yang tidak panen," tambahnya.

Meskipun harga melonjak, Parlan menyebut aktivitas jual beli masih relatif ramai karena bumbu dapur dan sayuran merupakan kebutuhan pokok yang harus dibeli masyarakat, meski konsumen cenderung mengurangi jumlah pembelian mereka.

Selain sayur-mayur, komoditas daging ayam juga mengalami kenaikan tipis. Harga daging ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp60 ribu per kilogram. Sementara itu, untuk daging ayam kampung masih bertahan di harga normal yakni Rp85 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.

Berbeda dengan cabai dan daging, harga telur justru terpantau stabil cenderung turun, yakni berada di kisaran Rp26 ribu per kilogram.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X